Dakwan JPU Kasus Chromebook dan Reformasi Pendidikan Jaksa

Sabtu 20-06-2026,22:19 WIB
Oleh: Mochamad Makrup*

Keempat, inventaris dan pelacakan. Itu meliputi menyimpan informasi perangkat seperti nomor seri, pengguna, dan status perangkat serta memudahkan pemantauan aset organisasi.

Kelima, kontrol pengguna. Itu meliputi menentukan siapa yang boleh login ke Chromebook, membatasi penggunaan mode tamu (guest mode), dan mengatur hak akses berdasarkan kelompok pengguna.

BACA JUGA:Kejagung Periksa Direktur Utama PT Bismacindo Terkait Pengadaan Chromebook Kemendikbudristek

 BACA JUGA:Apple Dikabarkan Tengah Siapkan Mac Murah, Siap Tantang Chromebook dan Laptop Windows di Pasar Low End

Keenam, pembaruan otomatis. Itu meliputi mengontrol kapan pembaruan sistem operasi dan aplikasi dilakukan dan memastikan semua perangkat menggunakan versi yang sesuai.

Apa CDM Bermanfaat untuk Siswa Sekolah? 

CDM sangat berguna pada Chromebook yang digunakan anak sekolah. Sistem itu dirancang untuk membantu sekolah mengelola perangkat agar lebih aman, terkontrol, dan fokus pada kegiatan belajar.

Manfaat CDM untuk siswa, pertama, membantu fokus belajar. Sekolah dapat membatasi akses ke situs yang tidak relevan dengan pembelajaran, seperti situs perjudian, konten dewasa, atau media yang mengganggu konsentrasi. Aplikasi yang digunakan untuk belajar dapat diprioritaskan. Jadi, bila CDM tidak diinstal ke Chromebook itu, para siswa bebas menonton video porno ketika proses belajar-mengajar berlangsung. 

BACA JUGA:Google Indonesia Tanggapi soal Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook Nadiem Makarim

BACA JUGA:Peran Nadiem Makarim dalam Kasus Korupsi Chromebook Rp1,98 Triliun

Kedua, meningkatkan keamanan. Melindungi siswa dari malware dan situs berbahaya dan engurangi risiko penyalahgunaan akun dan data pribadi. 

Ketiga, memudahkan penggunaan. Aplikasi dan pengaturan pembelajaran dapat dipasang otomatis oleh sekolah. Siswa tidak perlu mengatur perangkat secara manual. 

Keempat, mengurangi penyalahgunaan perangkat. Yakni, mencegah instalasi aplikasi yang tidak diizinkan dan membatasi perubahan pengaturan penting yang dapat mengganggu fungsi Chromebook. 

Kelima, mempermudah dukungan teknis.  Jika ada masalah, administrator sekolah dapat membantu mengatasi dari jarak jauh tanpa harus memegang perangkat.

BACA JUGA:Kejagung Beber Peran Nadiem dalam Skandal Chromebook Rp 9,3 Triliun

BACA JUGA:Konsultan Stafsus Nadiem Dijemput Paksa, Skandal Chromebook Makin Panas

Kategori :