Sebagai bentuk transparansi sederhana, ia mencontohkan bahwa informasi mengenai menu makanan yang disajikan setiap hari seharusnya dipublikasikan secara terbuka. Hal ini bisa menjadi instrumen kontrol sosial bagi masyarakat sekaligus alat ukur untuk menjaga kualitas layanan di lapangan.
"Misalnya kalau hari ini itu jadwalnya apa? Menu apa? Nah itu penting sekali, karena apa? Menu itulah menjadi ukuran di mana kemudian tampilan makanan, kualitas, dan sebagainya bisa terjaga," pungkasnya.(*)