Selain itu, perhatikan juga apakah ada retak atau penyok di bodi kamera. Itu menandakan bekas terjatuh.
BACA JUGA:7 Tip Jitu Menjadi Fotogenik dan Tampil Mempesona di Depan Kamera
BACA JUGA:Menangkap Keindahan Kota dari Ketinggian: Workshop Cityscape Fotografi Bersama Widya Indah
5. Tes fungsi rana (shutter)
Tekan beberapa kali sambil memperhatikan ada tidaknya suara aneh atau getaran berlebih saat rana bekerja. Rana yang sehat biasanya menghasilkan bunyi klik yang konsisten di setiap kecepatan.
6. Lakukan uji coba dengan roll film
Masukkan film, ambil beberapa jepretan dengan variasi pencahayaan. Lalu proses cetak untuk melihat hasil akhirnya secara langsung.
Cara itu paling ampuh membongkar masalah tersembunyi. Terutama yang tidak terdeteksi lewat pengecekan fisik saja.
Dua Orang Pecinta Kamera Analog sedang Menjelajahi Bangunan Terbengkalai-freepik-magnific
Komunitas pecinta fotografi analog pun mengingatkan pentingnya kehati-hatian saat membeli unit bekas.
BACA JUGA:Unimaxx Photography Community Rayakan Anniversary 9 Tahun dengan Lomba Fotografi
BACA JUGA:Fotografi Cosplay di Event Jepang Surabaya: Dari Hiburan Menjadi Rivalitas Bisnis
Terutama karena karakteristik kamera analog yang berbeda dari kamera digital modern. Lebih baik membayar lebih mahal untuk kamera dengan kondisi lebih bagus. Sebab, kerusakan pada kamera analog elektrik cenderung sulit diperbaiki.
Nah, jangan malas riset ya, guys, karena satu kali salah pilih bisa bikin dompet jebol belakangan akibat biaya servis yang membengkak.
Selain enam poin di atas, ada baiknya Anda juga menanyakan riwayat pemakaian kamera kepada penjual.
Seperti sudah berapa lama dipakai dan apakah pernah diservis sebelumnya. Informasi itu bisa jadi gambaran awal soal seberapa terawat unit tersebut.
BACA JUGA:Workshop Fotografi Eksotika Bromo 2025: Memotret Alam, Budaya, dan Kesadaran
BACA JUGA:Menangkap Keindahan Kota dari Ketinggian: Workshop Cityscape Fotografi Bersama Widya Indah