Pocket Art Exhibition Hadirkan 252 Karya Seni Mungil dari 149 Perupa Indonesia

Selasa 07-07-2026,21:57 WIB
Reporter : Ilmi Bening
Editor : Indria Pramuhapsari

Sementara, wujud karya seni yang kecil dan bisa masuk kantong seperti namanya, pocket art, justru menumbuhkan harapan baru bagi Machfoed Gembong.

Founder Jakarta Pocket Art Project itu menyebut karya-karya dalam #01 Pocket Art Exhibition adalah perwujudan seni yang inklusif dan mudah diakses oleh semua orang. 

BACA JUGA:Pameran Art of Celebration di The Westin, Dekorasi Elegant Clean Jadi Pilihan Kaum Muda

BACA JUGA:Daniel Kho Kenalkan Praying Machine di Pameran ndugHal, Terinspirasi Kepercayaan Tibet

"Format karya mungil yang seragam akan memicu pemikiran kreatif yang menarik bagi para seniman," katanya. Ia juga mengatakan bahwa saat ukurannya sama, yang menjadi fokus seniman adalah konsep, teknik, dan karakter visual masing-masing. Maka, kualitas karyanya menjadi lebih bagus.

"Di sinilah letak keindahan pocket art. Setiap karya menjadi sangat personal dan mengundang pengunjung untuk melihat lebih dekat," terang Gembong. 

Mantan jurnalis Tempo itu berharap, semua seniman punya peluang yang sama untuk berkarya. Dengan demikian, seniman lama maupun pendatang baru bisa memulai perjalanan dari ruang apresiasi yang sama.

Gembong berharap, #01 Pocket Art Exhibition dapat berkembang menjadi agenda seni tahunan. Dengan demikian, jaringan seniman Indonesia semakin luas. Sekaligus, membuka peluang kolaborasi dengan para seniman global.

BACA JUGA:Pameran Lukisan NdugHal Karya Daniel Kho, Ungkap Dinamika Kehidupan Dari Proses hingga Pencerahan

BACA JUGA:Kagumi Ekspresi Objek dalam Pameran Fotografi Unspoken Chronicles: Momentum Pas Hasilkan Foto yang Berbicara

“Kami berharap pocket art terus berkembang dan mampu mempertemukan seniman, kolektor, kurator, serta masyarakat dalam sebuah ekosistem seni yang sehat, terbuka, dan berkelanjutan," tegasnya.

Agung Kirasave, owner DigitalCom Art Gallery yang berperan sebagai supporting partner dalam pameran, mengatakan bahwa antusiasme seniman untuk berkarya dalam medium 10x10 sentimeter cukup tinggi.

"Panitia harus membatasi peserta karena mempertimbangkan space yang tersedia," jelas Agung. Namun, antusiasme para seniman itu menunjukkan bahwa kreasi dan ide seni tidak ada batasannya.

Asal dipersiapkan dan dikomunikasikan dengan baik, maka pameran apa pun akan mendapatkan banyak dukungan. Bahkan, ketika karya yang ditampilkan hanya berukuran mungil. (*)

BACA JUGA:Pameran di Xinjiang Ungkap Perjalanan Budaya Gerabah Prasejarah dari Sungai Kuning

BACA JUGA:Pameran Tunggal Welldo Wnophringgo, Pajang 28 Lukisan Bertema Tubuh-Tubuh Spiritual

Kategori :