RABU, 8 Juli 2026, di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) laporan akhir penelitian dalam skema risat kolaborasi internasional (RKI), khususnya dengan perguruan tinggi dari negara-negara yang low income atau lower middle income.
Kegiatan riset yang dilakukan sejumlah dosen dari Unesa itu dilakukan dalam format kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dari negara-negara sedang berkembang yang tergolong miskin. Mulai Timor Leste, Bangladesh, Sierra Leone, Kamboja, Nigeria, Vietnam, hingga Kamerun.
Kegiatan riset yang dilakukan, salah satunya, di bidang sosial-humaniora. Ada sembilan penelitian yang telah dilakukan dosen Unesa bekerja sama dengan perguruan tinggi dari berbagai negara, baik studi tentang kemiskinan, pendidikan, kegiatan ekonomi, maupun pengelolaan sampah.
Tujuan studi yang dilakukan umumnya ingin melahirkan sebuah model pengembangan kualitas masyarakat di Indonesia maupun di negara-negara miskin agar masyarakatnya dapat lebih berdaya dan mampu mengembangkan aktivitas ekonomi yang bermanfaat.
BACA JUGA:Presiden Prabowo Instruksikan Anggaran Riset Ditambah Rp4 Triliun
BACA JUGA:Siswa Belum Bisa Membaca dan Riset Palsu: Potret Sakitnya Pendidikan Kita
Kolaborasi Internasional
Dari monev yang dilakukan, diketahui bahwa riset kolaborasi internasional Unesa dengan negara-negara berpendapatan rendah (low-income countries) telah membuka cakrawala baru bagi dunia akademik.
Kemitraan strategis itu tidak hanya berfokus menghasilkan publikasi di jurnal internasional bereputasi semata, tetapi juga mampu menghasilkan model yang menjadi kunci penyelesaian masalah sosial-ekonomi kawasan melalui transfer inovasi, pendidikan, dan pertukaran budaya.
Pelajaran penting yang kami dapat dari monev yang dilakukan adalah keyakinan pada satu premis dasar, yakni ilmu pengetahuan sejati tidak lahir dari menara gading. Ia lahir dan teruji di lapangan, di tengah masyarakat di berbagai negara miskin yang membutuhkan solusi nyata.
Temuan dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dari sisi kualitas sumber daya manusia, pendidikan, aktivitas ekonomi, dan lain-lain, umumnya mereka sangat ketinggalan.
BACA JUGA:Integritas Riset Kampus RI Diragukan
BACA JUGA:Menggalakkan Riset Aksi untuk Kebermanfaatan Kampus
Dengan mengembangkan riset hasil kolaborasi dengan perguruan tinggi di negara-negara miskin, paling tidak dapat dilahirkan hasil studi yang lebih empatif memahami persoalan yang mereka hadapi.
Selama ini narasi kolaborasi riset internasional di berbagai perguruan tinggi bergengsi kerap didominasi kiblat ke negara-negara Barat atau kawasan utara global.