BACA JUGA:Bek Persebaya Slavko Damjanovic Giat Belajar Bahasa Indonesia Demi Tingkatkan Chemistry
Sebaliknya, momen itu adalah titik balik yang menegaskan bahwa penguasaan bahasa adalah kompetensi paling penting.
Kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang mahasiswa di masa depan. AI mungkin bisa merangkai jutaan kata dalam sekejap.
Namun, manusialah yang memegang kendali atas kebenaran, kedalaman rasa, dan tanggung jawab etis di balik kata-kata tersebut.
Kelas Bahasa Indonesia bukan lagi sekadar formalitas. Tak semata pengisi kartu rencana studi atau syarat kelulusan di atas kertas.
BACA JUGA:Tak Masalahkan Adaptasi, Paul Munster Asah Bahasa Indonesia
BACA JUGA:Tantangan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Internasional
Namun, kelas itu adalah ruang sakral. Tempat nalar kita diasah agar mampu bertahan di tengah arus era Generative AI.
Tugas saat ini adalah membuktikan. Bahwa di era serba robot, kita tetap menjadi manusia yang punya kendali penuh atas pikiran kita sendiri. (*)
Felicitas Mega Maharani.-Felicitas Mega M-
*) Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga