Akting Donald Trump yang Menggigit

Sabtu 11-07-2026,17:12 WIB
Reporter : Efatha Filomeno Borromeu Duarte
Editor : Yusuf Ridho

ADA pertanyaan yang mengganggu. Mengapa Donald Trump menyerang Iran sekarang? Bukan bulan lalu. Bukan tahun depan. Tapi, sekarang, saat dunia masih sibuk mengurai dampak perang sebelumnya, saat pemilu sela AS sedang memanas, saat sekutu dekatnya sendiri, Israel, sedang bertengkar dengannya di depan umum.

Jawabannya sederhana. Trump tidak pernah main-main. Ia hanya membuat orang lain berpikir bahwa ia main-main.

Di balik senyumnya, ada kalkulasi. Di balik pernyataan kontradiktifnya, ada strategi. Di balik serangan besar-besaran ke Iran saat ini, ada satu kata: momentum.

Trump menyerang karena ia melihat peluang. Iran sedang lemah. Sekutu Iran sedang sibuk. Dunia sedang terpecah. Dan, Trump, dengan naluri seorang pengusaha yang tahu kapan harus membeli dan kapan harus menjual, melihat bahwa sekarang adalah waktu yang tepat.

BACA JUGA:Bruce Springsteen Sebut Kritik pada Donald Trump sebagai Bentuk Patriotisme

BACA JUGA:AS vs Belgia: Balogun Lolos dari Kartu Merah, Donald Trump Ikut Campur?

Bukan karena pemilu. Bukan karena ego. Namun, karena riil politik murni. Karena dalam politik dunia, tidak ada persahabatan abadi. Yang ada hanya kepentingan. Dan, kini, kepentingan Trump adalah memaksa Iran tunduk dengan cara yang paling Trump: dengan kekuatan.

Apa yang Sebenarnya Terjadi 

Mari kita lihat fakta. Angka tidak berbohong.

Dua hari berturut-turut, AS menghantam Iran. Hari pertama, 80 target. Hari kedua, 90 target. Total 170 target militer dalam 48 jam.

Apa saja yang dihantam? Sistem pertahanan udara. Radar pantai. Pusat komando. Gudang rudal dan drone. Lebih dari 60 kapal cepat Garda Revolusi Iran. Bahkan, jalur kereta api yang menghubungkan Teheran ke Mashhad. Itu bukan sekadar serangan. Itu adalah penghancuran sistematis.

BACA JUGA:Donald Trump Nongol! FIFA Pastikan Presiden AS Tampil di Final Piala Dunia 2026

BACA JUGA:Cekcok Donald Trump-Giorgia Meloni Soal Foto di Ajang KTT G7, Adu Gengsi Tingkat Tinggi

Trump tidak main-main. Ia mengancam akan menghantam ”target level tertinggi” Iran. Jembatan. Pembangkit listrik. Pabrik desalinasi. Ia menyebutnya ”jika perlu”. Ini adalah peringatan yang jelas: tidak ada yang aman.

Iran membalas. Garda Revolusi mengeklaim telah menyerang 85 situs militer AS di Bahrain dan Kuwait. Rudal dan drone diluncurkan. Kuwait mengaku berhasil mencegat 2 rudal balistik dan 13 drone Iran. Bahrain juga mengaku mencegat serangan.

Kategori :