HARIAN DISWAY - Kolaborasi tak terduga dan eksperimen aerodinamika radikal di Sirkuit Sachsenring sukses membawa angin segar bagi Monster Energy Yamaha.
Memanfaatkan data krusial dari uji coba komponen baru oleh Jack Miller, Fabio Quartararo secara mengejutkan berhasil mengamankan finis ketujuh di Grand Prix Jerman, dimana ia meraih hasil terbaik keduanya di musim 2026 yang penuh lika-liku.
Di luar dugaan, Fabio Quartararo berhasil meraih hasil terbaik keduanya musim ini dalam balapan di Sirkuit Sachsenring akhir pekan kemarin. Pembalap Monster Energy Yamaha tersebut menyelesaikan Grand Prix Jerman di posisi ketujuh.
Pembalap asal Prancis itu memang menjalani musim 2026 yang sulit bersama Yamaha. Ia terus berjuang keras untuk memaksimalkan performa motor YZR-M1 versi terbaru miliknya.
Peran Krusial Jack Miller dalam Sesi Latihan
Menjelang akhir pekan balap di Sachsenring, Yamaha mengambil langkah mengejutkan dengan meminta Jack Miller untuk menguji komponen peningkatan terbaru sejak sesi latihan bebas pertama (FP1).
BACA JUGA:Kilas Balik Sachsenring: Determinasi Berkelas Veda Ega Pratama Amankan P8 Moto3 Jerman
BACA JUGA:Sachsenring Menjadi Saksi: Jiwa Samurai Ai Ogura Teror Papan Atas MotoGP
Uji coba yang dilakukan Miller berlanjut hingga sesi Practice hari Jumat. Pembalap asal Australia tersebut langsung tampil impresif sejak awal sesi, yang pada akhirnya sukses membawanya langsung lolos ke kualifikasi kedua (Q2) pada hari Sabtu.
Data balap yang dikumpulkan oleh Miller sejak hari Jumat inilah yang membantu Fabio Quartararo memahami peningkatan motor dengan lebih baik sebelum balapan utama pada hari Minggu. Quartararo pun mengakui bahwa data dari Miller sangat membantunya untuk 'memahami' karakter motor Yamaha 2026.
Quartararo Temukan Setup Tepat
Berbicara kepada GPOne dan media lainnya setelah GP Jerman, Quartararo memberikan tanggapan terkait uji coba komponen baru berupa lengan ayun (swingarm) Yamaha yang dipasang di motor Miller.
Desain swingarm terbaru di Yamaha M1 2026, yang diperkenalkan saat GP Jerman 2026--Twitter Mat Oxley @matoxley
“Tidak, ini bukan soal motivasi. Ini membantu saya memahami beberapa hal. Sejak Jumat lalu, saya ingin menggunakan setup yang saya gunakan hari ini (Minggu), tetapi tim ingin mencoba sesuatu yang berbeda, yaitu setup yang kami gunakan di Assen," ujar Quartararo.
“Pada Sabtu pagi, kami kembali ke pengaturan yang saya inginkan, dan saya bisa melaju lebih cepat. Jadi jelas, ada sesuatu yang tidak berjalan dengan baik pada hari Jumat," pungkasnya.
Quartararo menegaskan bahwa ia tidak merasa terinspirasi oleh performa Miller. Namun, ia menilai Miller berhasil mempelajari hal-hal baru yang membantunya menyesuaikan pengaturan motor menjelang balapan.
“Sangat menarik melihat Jack bisa melaju kencang dengan motor itu, terutama karena gaya berkendara kami pada dasarnya cukup mirip,” tambah Quartararo.
BACA JUGA:Klasemen MotoGP 2026 Setelah Marc Marquez Juara di Jerman, Favorit Juara Lagi!
BACA JUGA:Hasil MotoGP Jerman 2026: Marc Marquez Menggila, Sempurnakan Status 'King of Sachsenring'
Detail Peningkatan Swingarm Baru Yamaha
Desain lengan ayun anyar karya insinyur aerodinamika Yamaha sebenarnya terhitung sederhana. Mereka menambahkan tiga bilah winglet kecil yang disusun sedemikian rupa untuk mengalirkan turbulensi udara berlebih di area belakang motor.
Selain itu, komponen ini juga diindikasikan mampu memaksimalkan gaya tekan ke bawah (downforce) saat motor melintasi tikungan cepat.
Meski demikian, menurut Jack Miller, peningkatan pada lengan ayun terbaru ini belum mampu mengeluarkan potensi mesin yang sesungguhnya. Kecepatan puncak (top speed) Yamaha dinilai masih tertinggal dari para rival.
Memasuki jeda musim panas ini, Yamaha diprediksi akan fokus melakukan peningkatan di sektor dapur pacu, berkaca pada hasil evaluasi dan data berharga yang diberikan Miller sepanjang akhir pekan di Sachsenring.(*)