HARIAN DISWAY – Kementerian Pertahanan Qatar pada Jumat pagi, 17 Juli 2026 mengumumkan melalui akun resmi X nya bahwa sistem pertahanan udara telah berhasil menghalau beberapa serangan yang diarahkan ke wilayah negara tersebut. Hingga saat ini, operasi intersepsi masih berlanjut.
Iran dilaporkan menghajar Ibu Kota Qatar sejak Kamis malam, 16 Juni 2026 dengan rudal-rudal dan drone. Sebagai kelanjutan dari gelombang serangan mereka ke negara-negara teluk yang didiami pangkalan militer AS.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Qatar mengonfirmasi terdapat satu korban luka, yakni seorang anak, yang terluka akibat pecahan material bangunan dan serpihan yang jatuh saat sistem pertahanan udara mencegat rudal.
Korban telah mendapatkan penanganan medis dan kondisinya terus dipantau.
Serangan utamanya ditujukan ke Pangkalan Udara Al Udeid, instalasi militer Amerika Serikat terbesar di kawasan Timur Tengah, yang selama ini juga berperan sebagai pusat operasi militer AS di kawasan tersebut.
Pemerintah Qatar sebelumnya telah mengirimkan pesan melalui ponsel warga mengenai ancaman serangan udara yang berbahaya. Peringatan menghimbau agar warga untuk tetap siaga di dalam rumah serta di tempat lain yang dirasa aman.
BACA JUGA:Iran Balas Serangan AS, IRGC Klaim Hantam Sejumlah Pangkalan Militer Amerika di Negara-Negara Teluk
BACA JUGA:Iran Klaim Hancurkan Hanggar Jet Tempur dan Drone AS di Yordania dalam Operasi Nasr-2
Tak berselang lama, setelah Kementerian Dalam Negeri Qatar mengumumkan bahwa ancaman telah selesai, dentuman terdengar lagi di Doha. Pemerintah Qatar mengirimkan pesan peringatan sekali lagi melalui ponsel kepada warga.
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai korban jiwa, sementara aparat keamanan dan militer Qatar masih bersiaga menghadapi perkembangan situasi di lapangan.
Selama ini, Doha berkomitmen menjadi tempat mediasi konflik negara-negara kawasan. Dilansir dari Mehr News, Qatar dengan tegas membantah laporan media Israel yang mengklaim bahwa negara tersebut setuju untuk ikut serta dalam aksi militer melawan Iran, dan menyebut tuduhan tersebut sebagai kebohongan belaka.
Menurut laporan tersebut, pejabat-pejabat Qatar telah secara konsisten menekankan sejak awal konflik ini bahwa Doha tidak pernah serta tidak akan berpartisipasi serta di masa depan dalam tindakan militer apa pun terhadap negara tetangganya mana pun.(*)
*)Mahasiswa Magang Prodi Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional, Polinema