Festival Garudeya Mahambara Pentaskan Harmoni Bakti Anak dan Rasa Keadilan

Jumat 24-07-2026,07:55 WIB
Reporter : Ilmi Bening
Editor : Indria Pramuhapsari

Anusapati kalah bertaruh karena dicurangi. Akhirnya, sang ibu disandera oleh para naga. Padahal, sang ibu tidak tahu kalau sedang dibohongi. Naga-naga itu lalu meminta imbalan tirta amerta. 

BACA JUGA:Momen Hangat Penyambutan Ratu Máxima: Tari Indang Jadi Suguhan Pertama Prabowo

BACA JUGA:Surabaya Tourism Awards 2026, Kelas Belly Dance dan Line Dance Bikin Pecah!

Garuda, demi melepaskan ibunya dari kungkungan berjuang mengambil tirta amerta dari tangan para dewa. Ia dianugerahi dengan kekuatan yang besar.

“Meski demikian, Garuda tidak jumawa. Ia siap menjadi tunggangan para dewa dan bersatu dengan mereka walaupun berhasil menjalankan misi kebaktiannya pada sang ibu,” imbuh pria yang akrab disapa Mamak itu.

Dalam penampilan mereka, para penari melantunkan ceritanya. Penonton bisa menyimak kisah dan alur perjalanan relief yang diangkat dalam tarian.

"Aku adalah anak yang dibesarkan oleh dendam dan kesunyian zaman. Aku Anusapati. Lahir dari tangis perempuan agung dan dirampas kemerdekaannya, Ken Dedes," kata salah seorang pemeran dengan lantang.

BACA JUGA:World Dance Day UNESA Usung Konsep Estafet Tari, Harmoni dalam Keragaman Budaya

BACA JUGA:Workshop K-Pop Dance SM Universe di Surabaya Semai Mimpi Jadi Idol Seperti Carmen Hearts2Hearts

Penampilan spektakuler dari seluruh peserta di Festival Garudeya Mahambara itu tidak lepas dari usaha, latihan, dan kerja keras dari para peserta. Juga, riset dan kreativitas para pelatihnya.

"Saya sempat riset dari kitab Adiparwa milik teman-teman Hindu. Saya pelajari PDF dan bentuk fisiknya,” kata Mamak.


PEMENTASAN kisah Dewi Kadru dan Dewi Winata oleh Sanggar Seni Prana Kesuma Aji Tulungagung. - Ilmi Bening - Harian Disway

Sebanyak 31 peserta dari komunitas asal Sidoarjo itu berasal dari berbagai latar belakang. Ada yang guru, SD, SMA, serta karyawan. “Kami mengusahakan keperluan biaya lomba ini secara sukarela. Terkadang, latihannya di gedung yang dipinjam gratis,” tuturnya.

Tiap peserta memiliki tantangannya masing-masing. Afin Naila Salma, pemeran Dewi Kadru dari Sanggar Seni Prana Kesuma Aji Tulungagung mengatakan bahwa proses latihannya cukup menantang. 

BACA JUGA:Gemulai di Bawah Matahari, Festival Remo Yosakoi Bukti Harmoni Sister City Surabaya-Kochi

BACA JUGA:Koko Cici Jatim 2026: Festival Bakcang dan Upaya Bersama Selamatkan Qu Yuan dari Gigitan Ikan

Kategori :