Tim polisi kewalahan, kalah jumlah orang. Tawuran baru mereda setelah dua pemuda tergeletak di tanah berdarah-darah. Pelan-pelan massa mundur, menyelinap ke jalan-jalan sempit di sekitar situ.
Saat itulah polisi bergerak cepat. Delapan pemuda ditangkap. Enam dari kelompok pendatang, sisanya warga setempat. Mereka dibawa polisi ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk diperiksa. Dua korban dilarikan ke RSUP Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Satu di antara korban, pemuda inisial K, 23, meninggal dalam perjalanan menuju RSCM. Satu lagi terluka parah dalam kondisi kritis dirawat di sana. Tiga pemuda ditetapkan tersangka.
Beberapa jam kemudian, menjelang sore, dua kelompok massa berhadapan lagi di lokasi yang sama. Nyaris terjadi bentrok lagi. Namun, kali ini ada ratusan polisi di sekitar TKP. Massa dihalau polisi, bubar.
Minggu malam polisi memastikan situasi di Jalan Tambak I dan sekitarnya telah kondusif. Pengamanan dilakukan personel gabungan Polres Metro Jakarta Pusat, Polsek Menteng, Kodim 0501 Jakarta Pusat, tim dari Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya. Ratusan polisi dan tentara siaga.
Gegara antre nasi uduk, kemarahan massa membesar seperti itu.
Kasus lain, Jumat dini hari, 24 Juli 2026, di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, terjadi pencurian ayam aduan.
Di pagi buta itu, sekitar pukul 01.30 Wita, Ketut Darmawan, 50, tertangkap warga saat mencuri seekor ayam jantan aduan di banjar tersebut. Darmawan warga Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Ia datang ke TKP naik motor, mencuri ayam dan ketahuan warga.
Ayamnya milik I Wayan Adi Suteja, 31. Ia orang pertama yang memergoki Darmawan mencuri. Ia langsung menghajar si maling. Meski, ayamnya sudah dikembalikan saat Darmawan kepergok.
Saat Wayan menghajar Darmawan, warga berdatangan. Tanpa komando, warga ikut menghajar Darmawan. Ludes, Darmawan dihakimi massa. Bahkan, motor milik Darmawan hangus dibakar massa.
Kasihumas Polres Tabanan Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani kepada wartawan, Sabtu, 25 Juli 2026, mengatakan, saat tim polisi tiba di TKP, korban sudah tergeletak tak bergerak lagi. Tewas.
Endrayani: ”Warga emosi karena maraknya kasus kehilangan ayam aduan di wilayah tersebut. Begitu warga tahu ada pencuri ayam, langsung mengeroyok pelaku hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.”
Mayat sempat dibawa ke RSU Semara Ratih, Tabanan, sebelum diserahkan ke pihak keluarga.
Endrayani: ”Jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga pada Jumat sore (24 Juli 2026).”
Saat ambulans tiba di rumah duka, keluarga menangis pilu. Darmawan punya seorang istri dan tiga anak. Si sulung sudah menikah. Adiknya kelas X SMA, adiknya lagi kelas I SD.
Saat jenazah Darmawan diturunkan dari ambulans, si bungsu menangis memanggil-manggil sang ayah.