Sekolah sebagai Taman Kehidupan

Selasa 28-07-2026,16:10 WIB
Oleh: Benni Setiawan*

SETIAP KALI tahun ajaran baru bergulir, ingatan kolektif kita kerap terbayangi oleh kecemasan yang sama: perpeloncoan, kekerasan di ruang sekolah, dan seterusnya. Selama puluhan tahun, masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) sering kali berubah menjadi panggung teatrikal kekerasan yang kadang ”dibenarkan”. 

Kerap kali kita melihat peserta didik dipaksa mengenakan atribut yang merendahkan martabat, membawa barang-barang dengan teka-teki yang tidak masuk akal, hingga menerima bentakan yang dibungkus dengan dalih ”melatih mental”. 

Pertanyaannya, mental seperti apa yang sedang kita bangun jika fondasi pertamanya didirikan di atas rasa takut dan intimidasi?

Sebuah angin segar berembus dari Malang, Jawa Timur. Senin, 13 Juli 2026, menjadi penanda gerakan baru. 

Peluncuran Gerakan Nasional Ramah Anak (Gernas RANA) bersamaan dengan terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 12 Tahun 2026 tentang MPLS Ramah, menjadi penanda penting bahwa pemerintah tidak lagi menoleransi kekerasan dalam bentuk apa pun di lembaga pendidikan. 

BACA JUGA:Ketika Sekolah Menjadi Panggung Pembentukan Budaya Baru

BACA JUGA:Jangan Pandang Sekolah Swasta dengan Sebelah Mata

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Profesor Abdul Mu’ti menegaskan, ”kita ingin mengubah tradisi perpeloncoan itu dengan membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman, dimulai dari MPLS Ramah.” 

Budaya Sekolah

Budaya sekolah aman, nyaman, dan menumbuhkan itu sejalan dengan cita besar Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara. Dalam buku Pendidikan (1952), Ki Hadjar mengilustrasikan sekolah sebagai sebuah ”taman”. 

Taman adalah tempat yang menyenangkan, tempat benih-benih disemai dengan penuh kasih sayang, tumbuh sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya tanpa ada paksaan. 

Sekolah sebagai taman, sebagaimana pesan Menteri Profesor Abdul Mu’ti, perlu dimulai dari gerbang awal MPLS ramah. MPLS perlu menjauh dari kegiatan yang tidak mendidik seperti bentakan dan tekanan. 

Sekolah sebagai taman perlu tersemai dari air kehidupan yang sejuk. Saat peserta didik bertemu lingkungan yang nyaman sejak awal sekolah, ingatan jangka panjang mereka pun akan baik. 

BACA JUGA:Pendidikan Membahagiakan Berbasis Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

BACA JUGA:Sinergi Mengawal Revitalisasi Sekolah

Kategori :