Namun, pemanfaatannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi individu, rekomendasi tenaga kesehatan, keamanan, dan kemampuan fisik mahasiswa. Kebun tidak menggantikan pengobatan medis, tetapi dapat menjadi bagian dari lingkungan pendukung yang manusiawi dan berorientasi pada kesejahteraan.
Dari sisi pengabdian kepada masyarakat, pengalaman itu menginspirasi kami untuk membayangkan kebun komunitas di kampus Indonesia sebagai ruang kolaborasi berkelanjutan.
Programnya dapat mencakup edukasi ketahanan pangan, pelatihan kompos, konservasi tanaman lokal, pendampingan keluarga, aktivitas inklusif bagi penyandang disabilitas, dukungan kesehatan mental, hingga terapi alam pendamping.
Mahasiswa dapat terlibat melalui riset, mata kuliah, organisasi, atau program pengabdian. Masyarakat ditempatkan sebagai mitra yang ikut merancang, menjalankan, dan mengevaluasi kegiatan.
Pendekatan tersebut memperkuat keberlanjutan program serta mencegah pengabdian menjadi kegiatan yang terputus setelah kunjungan selesai.
Kunjungan itu mendukung SDGs 15: life on land melalui konservasi tanaman asli dan pemulihan ekosistem. Pembelajaran mengenai pangan, kesehatan, inklusi, kemitraan, dan komunitas juga berkaitan dengan SDGs 2, SDGs 3, SDGs 10, SDGs 11, SDGs 12, SDGs 13, dan SDGs 17.
Bagi kami, manfaat terbesar Murdoch Community Garden adalah kesadaran bahwa keberlanjutan tidak dapat dicapai melalui satu disiplin atau kelompok saja. Ia membutuhkan kerja bersama, ruang inklusif, pengetahuan yang dibagikan, dan kepedulian yang diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.
Sepulang dari kegiatan tersebut, kami membawa lebih dari pengetahuan mengenai tanaman asli Australia. Kami membawa pemahaman bahwa kebun dapat menjadi ruang belajar, pengabdian, pemulihan, perjumpaan lintas budaya, dan pembentukan solidaritas.
Kami berharap agar pengalaman tersebut dapat diterapkan melalui kolaborasi mahasiswa berbagai fakultas bersama dosen, tenaga kependidikan, keluarga, komunitas lokal, dan mitra kesehatan.
Dengan cara itu, kebun komunitas dapat berkembang sebagai ekosistem pembelajaran yang memperkuat ketahanan pangan, menjaga lingkungan, mendukung kesejahteraan mahasiswa, serta menghadirkan kampus yang semakin inklusif dan dekat dengan masyarakat. (*)
*) Catherine Sarah Putri Darmawan adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga, partisipan KKN internasional Australia.
*) Yuni Sari Amalia adalah dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga.