BACA JUGA:Sama-sama Mercedes, Ini Perbedaan Mobil Hamilton, Russell, dan Norris
Kemudian pastikan pegasnya masih berfungsi normal. Demi memastikan tekanan sistem tetap terjaga.
Tutup radiator yang sudah lemah pegasnya berisiko membuat tekanan sistem bocor. Sehingga titik didih coolant turun.
Lantas cairan lebih cepat menguap saat mesin bekerja keras di kemacetan. Kebiasaan mengecek bagian itu saat ganti oli bisa jadi momen praktis. Tidak perlu dijadwal terpisah.
5. Hindari Membebani Mesin secara Berlebihan saat Macet
Saat suhu mesin mulai naik di tengah kemacetan, sebaiknya AC dimatikan sementara. Karena kompresornya bisa menambah beban kerja mesin hingga 5-10 persen.
BACA JUGA:Rekomendasi 3 Mobil Listrik Seharga Rp700 Jutaan: Maxus MIFA 7, HYPTEC HT, dan JAC T9 EV
BACA JUGA:Tips Merawat Mobil LCGC: Rahasia Tetap Irit BBM dan Anti Overheat
Jaga putaran mesin tetap stabil di kisaran idle normal. Yakni sekitar 700-900 RPM. Hindari menahan gas terlalu lama.
Pun, jangan memaksakan mobil membawa muatan berlebih. Sebab, hal itu memaksa radiator bekerja lebih keras dari biasanya.
Semakin berat beban yang ditanggung mesin, semakin besar pula panas yang dihasilkan. Padahal saat macet, radiator sudah kehilangan bantuan angin alami dari depan kendaraan.
Membuka jendela sesekali juga efektif. Itu dapat membantu mengurangi beban kerja AC. Sekaligus menjaga sirkulasi udara di kabin.
BACA JUGA:Beralih ke CNG, Cara Cerdas Tekan Biaya BBM Mobil Harian
BACA JUGA:Spesifikasi Suzuki e VITARA, SUV Listrik dengan Jarak Tempuh Hingga 426 Km
Jika kelima langkah di atas sudah dilakukan namun indikator suhu tetap naik mendekati garis merah, segera cari tempat aman.
Berhenti. Matikan mesin sejenak. Jangan pernah membuka tutup radiator saat mesin masih panas.
Karena tekanan di dalamnya bisa menyemburkan cairan panas. Hingga menyebabkan luka bakar.