Update Kebakaran Gunung Bromo Hari ke-13, 1.069 Hektare Terbakar, Akses Masih Ditutup Total

Kamis 13-08-2026,12:18 WIB
Reporter : Edi Susilo
Editor : Mohamad Nur Khotib

PROBOLINGGO, HARIAN DISWAY – Kebakaran Gunung Bromo di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih dalam penanganan tim gabungan hingga Kamis, 13 Agustus 2026. Luas area yang terdampak kebakaran kini mencapai 1.069 hektare.

Vegetasi yang terdampak kebakaran Gunung Bromo meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, hingga semak belukar.

Tim gabungan terus melakukan pemadaman dari jalur darat dan udara untuk mengendalikan titik api yang masih aktif.

BACA JUGA:BPBD Kota Pasuruan Kirim 2 Pleton Bantu Padamkan Kebakaran Gunung Bromo

BACA JUGA:Luka Bromo dan Seni Menunggu Alam Pulih

Ketua Tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Muhammad Amrul mengatakan, penanganan difokuskan terutama di wilayah Seruni Point dan Pusung Duwur kawasan Dingklik.

"Tim gabungan melanjutkan upaya penanganan darat menggunakan metode pemadaman manual atau gepyok, mobil pemadam kebakaran, kendaraan taktis Komodo, serta mobil tangki untuk penyisiran dan pembasahan," ujar Amrul saat dikonfirmasi Harian Disway, Kamis, 13 Agustus 2026.

Kebakaran Gunung Bromo Ditangani dari Darat dan Udara

Selain pemadaman melalui jalur darat, tim gabungan mengandalkan operasi udara untuk menjangkau titik api di kawasan TNBTS yang memiliki medan terjal dan sulit diakses.

Amrul menyebut tiga helikopter dikerahkan pada Kamis untuk melakukan operasi water bombing. Seluruh armada udara tersebut difokuskan pada satu titik utama, yakni Pusung Duwur di wilayah Dingklik.

Tiga helikopter yang digunakan terdiri atas dua helikopter BNPB dengan registrasi PK-DAN dan PK-DBM serta satu helikopter PK-DAP milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

BACA JUGA:3 Titik Api Jadi Kendala Pemadaman Kebakaran Bromo

BACA JUGA:Penyebab Kebakaran Gunung Bromo Diduga Kelalaian Manusia, Luas Area Terdampak Capai 742 Hektare

Operasi water bombing dilakukan untuk membantu memadamkan titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Tim di lapangan juga terus melakukan penyisiran dan pembasahan untuk mencegah api kembali menyebar.

Berdasarkan laporan BMKG, kondisi cuaca di lokasi kebakaran pada Kamis terpantau cerah. Angin bergerak ke arah barat hingga barat laut dengan kecepatan sekitar 2–5 kilometer per jam.

Meski kecepatan angin relatif rendah, dinamika angin tetap menjadi perhatian tim gabungan. Perubahan arah angin berpotensi membawa material terbakar dan memicu penyebaran api ke wilayah lain.

Kategori :