JAKARTA, HARIAN DISWAY - Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 resmi dibuka di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Namun di balik kemegahan seremoni menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tercatat sebanyak 103 dari total 732 anggota MPR tidak hadir dalam persidangan.
Meninggalkan sejumlah kursi kosong yang cukup mencolok di ruang sidang paripurna.
BACA JUGA:Prabowo Mau Bunga Kredit Motor Listrik Diturunkan, DP Diupayakan Nol Rupiah
BACA JUGA:Prabowo Target Produksi Massal Mobil Listrik pada 2028, MTI Ingatkan Subsidi Tepat Sasaran
Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengonfirmasi angka kehadiran tersebut berdasarkan laporan resmi kesekretariatan.
"Daftar hadir yang disampaikan oleh Sekretariat Jenderal MPR sampai hari ini telah hadir 629 anggota dari 732 anggota MPR," ujar Muzani saat membuka persidangan.
Meski jumlah ketidakhadiran mencapai lebih dari seratus orang, Muzani memastikan sidang tetap sah dan memenuhi syarat kuorum sesuai Pasal 99 huruf c Tata Tertib MPR, Pasal 281 ayat 1 Tata Tertib DPR.
Serta Pasal 256 ayat 5 Tata Tertib DPD, sehingga palu sidang pun resmi diketuk sebagai tanda dimulainya agenda kenegaraan tersebut.
BACA JUGA:Prabowo Bidik Produksi Motor Listrik Nasional 2 Juta Unit, Potensi Pasar Bisa Tembus Rp3.000 Triliun
BACA JUGA:Tiga Mantan Pejabat Pelindo Regional 3 Bantah Terlibat Korupsi Pengerukan Tanjung Perak
"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Sidang Tahunan MPR tahun 2026 dan Sidang Bersama DPR dan DPD tahun 2026 dengan agenda Laporan Kinerja Lembaga-lembaga Negara yang akan disampaikan oleh Presiden dan Pidato Kenegaraan Presiden dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kami buka dan dinyatakan terbuka untuk umum," ucap Muzani.
Di antara deretan kursi kosong, terdapat dua nama besar turut mencuri perhatian publik.
Yakni, mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang sama-sama tidak hadir dalam sidang tahun ini.
BACA JUGA:Prabowo Puji Kapolri Listyo Sigit, Sebut Pantas Capai Puncak Karir Kepolisian karena Prestasi