71 Juta Jam Kerja Selamat, PEPC JTB Perkuat Budaya Keselamatan

Minggu 16-08-2026,13:00 WIB
Reporter : Ave Sena
Editor : Thoriq S Karim

BOJONEGORO, HARIAN DISWAY – PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) memiliki catatan positif dalam bidang ketenagakerjaan. Yakni, lebih dari 71.498.677 jam kerja selamat tanpa kehilangan waktu akibat kecelakaan kerja atau Lost Time Injury (LTI).

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan penerapan budaya keselamatan dan kesehatan kerja di Lapangan Gas JTB. Sebagai salah satu objek vital nasional (Obvitnas) di Jawa Timur, keandalan operasi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi.

General Manager Zona 12 PEPC Afwan Daroni mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perwira dan mitra kerja yang terlibat dalam operasional JTB.

“Rekor 71 juta jam kerja selamat ini bukan angka semata, melainkan cerminan disiplin dan kepedulian setiap insan yang bekerja di JTB,” ujar Afwan.

BACA JUGA:PEPC JTB Perkuat Keselamatan untuk Jaga Keandalan Operasi Hulu Migas


Disiplin menjalankan prosedur, mitigasi risiko, serta kepedulian antarpekerja menjadi fondasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman-PT PEPC-

Produksi gas harus berjalan beriringan dengan keselamatan kerja. Karena itu, seluruh pekerja diminta tidak hanya mengejar target operasional, tetapi juga memastikan setiap aktivitas dilakukan sesuai prosedur keselamatan.

Afwan mengatakan budaya K3 generatif menjadi salah satu penggerak kinerja operasional JTB. Capaian tersebut tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui penerapan budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) secara konsisten.

Disiplin menjalankan prosedur, mitigasi risiko, serta kepedulian antarpekerja menjadi fondasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman. Prinsip tersebut diperkuat melalui penerapan Safety Golden Rules, yakni Patuhi, Intervensi, dan Peduli.

“Keselamatan harus menjadi bagian dari ritme kerja sehari-hari. Kita ingin seluruh personel bekerja secara produktif dan kembali ke rumah dengan selamat,” katanya.

BACA JUGA:PEPC Tinjau Program Pemberdayaan Masyarakat di Bojonegoro

BACA JUGA:Mitra Binaan PEPC JTB Field Ramaikan Wastra Batik Festival, Catat Transaksi Rp30 Juta

Penguatan aspek keselamatan juga mencakup perlindungan terhadap fasilitas produksi. Mulai dari area wellpad hingga Gas Processing Facilities (GPF) di Bojonegoro menjadi bagian dari sistem pengamanan dan pengawasan.

Evaluasi keamanan serta pemetaan risiko dilakukan secara berkala. Tujuannya, memastikan fasilitas produksi dapat beroperasi secara aman dan andal.

Pengawasan juga dilakukan pada titik-titik krusial guna mengantisipasi potensi risiko fisik maupun gangguan operasional.  Pada penerapan HSSE, PEPC JTB mengandalkan sejumlah langkah utama.

Tags :
Kategori :

Terkait