Makhachev bahkan pernah dilatih dan berkembang bersama lingkungan yang dibangun oleh Khabib dan mendiang Abdulmanap Nurmagomedov. Karena itu, tidak mengherankan apabila nama Makhachev dan Khabib sering dibandingkan.
Perbedaannya, Makhachev kini membangun warisannya sendiri. Setelah sebelumnya menjadi juara kelas ringan, Makhachev naik ke kelas welterweight dan berhasil merebut serta mempertahankan gelar tersebut. UFC mencatat Makhachev sebagai juara welterweight dalam daftar UFC 330.
Momen bendera Rusia terbalik setelah UFC 330 pun akhirnya menjadi cerita kecil di tengah pencapaian besar Makhachev. Kesalahan posisi bendera tersebut memang terkesan sepele, tetapi cukup untuk membuat penggemar kembali mengingat bagaimana identitas Rusia, Dagestan, Khabib, dan Makhachev telah menjadi bagian penting dari sejarah UFC.
Pada akhirnya, yang paling penting bagi Makhachev tetaplah hasil di dalam octagon. Ia berhasil mengalahkan Ian Machado Garry, mempertahankan gelar kelas welterweight, dan mencatat kemenangan UFC ke-17 secara beruntun. Bendera boleh saja terbalik, tetapi rekor kemenangan Makhachev justru terus bergerak ke arah yang benar.
*) Mahasiswa Magang Prodi Sastra Indonesia Unesa