Trump Minta Pentagon Kurangi Latihan Militer dengan Korea Selatan

Senin 17-08-2026,16:33 WIB
Reporter : Yulian Aditya Firmansyah*
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan Pentagon untuk secara substansial mengurangi latihan militer gabungan dengan Korea Selatan. 

Trump menyebut beberapa alasan, antara lain soal biaya latihan hingga hubungannya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Ia juga menyinggung penolakan Seoul membantu upaya AS melakukan denuklirisasi Iran.

Trump menyampaikan perintah tersebut melalui Truth Social pada Minggu, 16 Agustus 2026. Pernyataan itu muncul hanya beberapa jam sebelum latihan tahunan Ulchi Freedom Shield (UFS) dimulai. 

“Berdasarkan hubungan saya yang sangat baik dengan Kim Jong Un, dari Korea Utara, saya tidak senang dengan kenyataan bahwa Amerika Serikat telah sejak lama menyetujui untuk berpartisipasi dalam Latihan Militer Gabungan dengan Korea Selatan,” tulis Trump. 

BACA JUGA:Trump Ancam Akan Jadikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS

BACA JUGA:Trump Kirim Jared Kushner untuk Temui Netanyahu, Bahas Implementasi Rencana Gaza

Trump mengatakan latihan tersebut mahal. Menurutnya, latihan juga mengirimkan sinyal yang tidak tepat kepada Korea Utara. 

“Latihan-latihan ini bukan hanya mahal, dengan sebagian besar biayanya ditanggung oleh Amerika Serikat (seperti biasa!), tetapi juga mengirimkan sinyal yang sama sekali tidak pantas dan bermusuhan,” tulisnya. 

Trump mengatakan pembatalan latihan sudah terlambat. Karena itu, ia memerintahkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk mengurangi skalanya secara signifikan. 

Trump juga mengaitkan keputusan tersebut dengan sikap Seoul terhadap Iran. “Baru-baru ini saya bertanya kepada Presiden Korea Selatan apakah mereka ingin bergabung dengan kami dalam denuklirisasi Republik Islam Iran, dan mereka menjawab, ‘Tidak, terima kasih!’” tulis Trump. 

BACA JUGA:Trump Balas Minta Ganti Rugi Perang ke Iran, Pembukaan Selat Hormuz Masih Menggantung

BACA JUGA:Perdamaian Gaza-Timur Tengah Terganjal di Yerusalem: Netanyahu Tolak Trump

Latihan UFS dimulai pada Senin, 17 Agustus. Latihan dijadwalkan berlangsung hingga 27 Agustus. Sekitar 18.000 tentara Korea Selatan dijadwalkan berpartisipasi. 

Korea Selatan mengatakan latihan tetap dimulai sesuai jadwal. Seoul juga akan melanjutkan koordinasi dengan AS terkait pertahanan gabungan. 

Latihan tahun ini mencakup ancaman drone, gangguan GPS, dan serangan siber. Skenario tersebut juga mempertimbangkan pengalaman tempur pasukan Korea Utara di Ukraina. 

Lemahkan Daya Tangkal di Asia 

Kategori :