Satu buah labu siam berukuran sedang mengandung hampir separuh kebutuhan folat atau vitamin B9 harian.
Nutrisi itu sangat krusial pada masa awal kehamilan. Folat berperan penting dalam pembentukan dan perkembangan otak.
Serta sumsum tulang belakang janin. Sehingga kekurangan asupan itu berisiko menyebabkan cacat tabung saraf.
Asupan folat yang cukup selama kehamilan juga dikaitkan dengan penurunan risiko kelahiran prematur.
BACA JUGA:Minum Air Hangat Setelah Bangun Tidur, Kebiasaan Sederhana dengan Manfaat Besar
BACA JUGA:5 Buah Kaya Nutrisi yang Bermanfaat untuk Kesehatan Paru-Paru
Karena kandungan folatnya yang tinggi, labu siam kerap direkomendasikan sebagai bagian dari pola makan seimbang bagi ibu hamil. Bisa pula untuk perempuan yang tengah merencanakan kehamilan.
5. Memperlambat Tanda-Tanda Penuaan Dini
Antioksidan dalam labu siam, terutama vitamin C, berperan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Sekaligus mendukung produksi kolagen, protein utama yang menjaga kekencangan dan elastisitas kulit.
Menariknya, terdapat studi selama enam bulan pada 2023. Dilakukan terhadap lansia dengan sindrom metabolik.
BACA JUGA:Daftar 5 Sayuran Lokal yang Kaya Manfaat dan Menyehatkan
BACA JUGA:5 Manfaat Nanas, Salah Satunya Mampu Samarkan Flek Hitam
Hasilnya, konsumsi labu siam mampu memperlambat pemendekan telomer, salah satu penanda utama proses penuaan sel dalam tubuh manusia.
Selain itu, sebuah studi laboratorium pada 2018 juga mengungkap manfaat ekstrak labu siam. Yakni memberikan efek perlindungan kuat terhadap sel kulit manusia dari kerusakan akibat paparan radiasi ultraviolet (UV).
Kombinasi efek itu membuat labu siam berpotensi menjadi asupan alami untuk mendukung kulit tetap awet muda.
6. Meredakan Peradangan dalam Tubuh
Senyawa bioaktif seperti flavonoid, polifenol, dan vitamin C pada labu siam terbukti mampu menekan produksi sitokin pro-inflamasi.