JAKARTA, HARIAN DISWAY - Presiden Prabowo Subianto meluncurkan lima langkah taktis dan ekstrem untuk menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tengah melanda sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan.
Strategi penanganan darurat itu dipimpin langsung oleh Kepala Negara setibanya di Pangkalan TNI AU Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Prabowo menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak boleh lagi menggunakan metode konvensional yang lambat, melainkan harus berbasis respons cepat, terkoordinasi, dan intervensi langsung di lapangan.
Selain mengerahkan kekuatan penuh pusat, Kepala Negara memberikan instruksi keras kepada jajaran pemerintah daerah untuk menegakkan hukum secara tegas tanpa pandang bulu terhadap pelaku pembakaran lahan, sekaligus memperkuat instrumen pencegahan siber agar bencana ekologis ini tidak menjadi ritual tahunan.
BACA JUGA:Rating Pemain Inter Milan Usai Tumbangkan Monza 4-1: Semua Lini Solid!
BACA JUGA:Rahasia Kekompakan Real Madrid: Mourinho, Carlos Espi, dan Cucurella Tinggal Satu Rumah
"Presiden menekankan agar Pemerintah Daerah tegas dalam menerapkan aturan di wilayahnya, sekaligus memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan tidak terus berulang," rilis resmi Sekretariat Kabinet pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
5 Kebijakan Tangani Kebakaran Hutan Kalimantan
Guna menjamin efektivitas pemadaman di area objek vital nasional, pemerintah pusat berkolaborasi lintas sektor menerapkan 5 kebijakan berikut di lapangan.
Pertama, mobilisasi massal 1.500 personel TNI tambahan. Pemerintah mempertebal pasukan pemadam dengan mendatangkan tiga batalyon tempur TNI dari luar Pulau Kalimantan.
Pengiriman pasukan garis depan ini dikebut sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi, 23 Agustus 2026, untuk langsung diterjunkan ke titik api.
Kedua, optimalisasi operasi jalur darat. Aparat gabungan memaksimalkan pemadaman manual di titik-titik krusial yang terisolasi.
BACA JUGA:Como Tikung Osasuna, Boyong Willy Kambwala dari Villarreal
BACA JUGA:Karhutla Meluas, BNPB Kerahkan 52 Helikopter di 6 Provinsi
Ketiga, penebalan armada udara water bombing. Pemerintah mendatangkan enam unit helikopter berkapasitas besar untuk mengguyur kebakaran dari langit secara masif.