MSCI sendiri belum sepenuhnya mencabut perlakuan khusus terhadap Indonesia. Untuk August 2026 Index Review, MSCI masih membekukan kenaikan foreign inclusion factor dan number of shares, tidak melakukan penambahan saham Indonesia ke MSCI Investable Market Indexes, serta tidak melakukan migrasi naik antar-size segment.
Evaluasi lebih lanjut akan disampaikan menjelang November 2026 Index Review. November karena itu bukan sekadar tanggal penting bagi pasar modal.
Ia mengingatkan kita pada sesuatu yang lebih mendasar: dalam ekonomi global, credibility matters.
Emerging Capability
Indonesia boleh lega karena masih berada dalam kelompok emerging market.
Tetapi, sebaiknya jangan terlalu lama menikmati label itu.
Pekerjaan yang jauh lebih penting adalah menjadikan Indonesia sebuah emerging capability.
Negara yang tidak hanya menarik karena jumlah konsumennya, tetapi juga karena kemampuan industrinya.
Bukan hanya karena sumber daya alamnya, melainkan juga karena kualitas pemasoknya.
Bukan hanya karena pelabuhannya makin banyak, melainkan juga karena barang bergerak secara reliable.
Bukan hanya karena kebijakannya terdengar baik, melainkan juga karena implementasinya dapat dipercaya.
Pada akhirnya, modal dan barang memiliki perilaku yang hampir sama.
Keduanya bergerak menuju tempat yang memberikan kepercayaan dan kepastian.
Karena itu, mempertahankan Indonesia sebagai emerging market memang penting.
Tetapi, pekerjaan yang lebih besar adalah memastikan bahwa ketika dunia melihat Indonesia sebagai pasar yang sedang tumbuh, dunia juga melihat supply chain yang layak dipercaya.
Emerging market semestinya juga berarti emerging supply chain. (*)