HARIAN DISWAY - Casing pelindung berfungsi untuk menjaga ponsel. Fungsinya untuk menghindari benturan dan goresan.
Namun, tidak semua casing aman digunakan dalam jangka panjang. Terutama bagi kesehatan mesin di dalamnya.
Pemilihan bahan casing yang keliru bisa membuat panas dari prosesor dan baterai terperangkap di dalam bodi ponsel.
Kondisi itu paling sering dialami pengguna yang gemar bermain gim berat, menonton video dalam waktu lama, atau rutin mengisi daya secara nirkabel.
BACA JUGA:Dampak Kebiasaan Makan di Depan Layar Gadget terhadap Pola Hidup Sehari-hari
BACA JUGA:Screen Time Anak: Bukan Soal Gadget, Tetapi Kendali Orang Tua
Pemilihan Casing HP yang Tidak Tepat Dapat Menyebabkan Overheat Pada Mesin HP-cottonbro studio-Pexels
Ponsel pintar pada dasarnya mengandalkan sistem pendinginan pasif. Yakni menyebarkan panas ke seluruh permukaan bodi.
Panas itu lalu terbuang ke udara sekitar. Ketika casing menutup rapat permukaan tersebut, proses pembuangan panas ikut terhambat.
Berdasarkan berbagai sumber, casing berbahan silikon tebal dan karet kerap disebut memiliki "efek selimut termal".
Karena mampu menahan panas dari prosesor dan baterai. Jika diibaratkan layaknya jaket musim dingin bagi ponsel.
BACA JUGA:7 Kebiasaan Buruk saat Mengisi Daya HP yang Harus Dihindari Mulai Sekarang
BACA JUGA:Fast Charging, Penjelasan Ilmiah Soal Keamanan dan Kesehatan Baterai Smartphone
Akibatnya, ponsel lebih mudah mengalami thermal throttling. Yaitu penurunan performa otomatis untuk mencegah kerusakan komponen.
Berikut lima tips memilih casing HP yang tepat agar ponsel tetap terlindungi. Tanpa mengorbankan performa mesin.
1. Hindari Silikon dan Karet Tebal
Silikon dan karet memang unggul meredam benturan. Tetapi keduanya juga dikenal sebagai isolator panas yang baik.
Panas dari prosesor pun tertahan lebih lama di dalam bodi ponsel dibanding menggunakan casing berbahan lain.
BACA JUGA:6 Dampak Buruk Blue Light pada Kulit, Waspadai Risiko Penggunaan Gadget Berlebihan
BACA JUGA:5 Gadget Pintar untuk Melacak dan Menjaga Hewan Peliharaan
Jika Anda sering bermain gim atau menonton video dalam durasi panjang, sebaiknya pertimbangkan bahan lain. Bahan yang lebih ramah terhadap sirkulasi panas ponsel.
2. Pilih Material yang Mampu Menghantarkan Panas
Bukan berarti semua casing tebal harus dihindari. Casing berbahan TPU dengan lapisan grafit atau serat aramid justru lebih direkomendasikan.
Karena bahan itu mampu menghantarkan panas keluar. Dibanding silikon tebal atau casing "termal" yang justru menjebak panas.
Casing berbahan itu juga umumnya tetap ringkas. Sehingga tidak menambah ketebalan berlebih pada bodi ponsel.
BACA JUGA:6 Ide Beraktivitas Menyenangkan Tanpa Gadget untuk Mengurangi Stres dan Cemas
BACA JUGA:Mata Sehat di Tengah Paparan Gadget, Begini Cara Menjaganya
3. Hati-hati dengan Casing Berbahan Logam
Casing berbahan metal memang terkesan kokoh dan estetik. Tetapi ada risiko lain yang perlu diperhatikan. Logam dapat mengganggu sinyal antena, kinerja NFC, hingga proses pengisian daya nirkabel.
Menggunakan casing yang terbuat dari bahan yang tidak menyimpan panas merupakan langkah penting untuk menjaga suhu ponsel tetap stabil agar performanya tetap optimal sepanjang hari. --Freepik
Selain itu, logam berpotensi memusatkan panas pada titik-titik tertentu. Terutama yang bersentuhan langsung dengan komponen di dalam ponsel.
Untuk pemakaian harian yang aman, casing berbahan logam sebaiknya dihindari. Kecuali dengan desain khusus yang teruji.
4. Lepas Casing saat Mengisi Daya Nirkabel
Proses pengisian daya nirkabel biasanya menghasilkan panas lebih besar dibanding pengisian menggunakan kabel. Panas itu terkonsentrasi di bagian tengah belakang ponsel. Tepat di area kumparan pengisian daya.
BACA JUGA:Susul Australia, DPR Suarakan Pentingnya Pembatasan Gadget di Sekolah
Casing yang tebal dapat membuat panas tersebut terasa lebih menumpuk selama proses pengisian berlangsung.
Melepas casing, terutama saat pengisian daya semalaman atau dalam durasi lama, bisa membantu menjaga suhu ponsel tetap stabil.
5. Sesuaikan Casing dengan Kebiasaan Pakai
Tidak ada satu jenis casing yang cocok untuk semua keperluan. Bagi yang sering bermain gim, streaming, atau menjalankan aplikasi berat, casing tipis dengan sirkulasi udara lebih baik akan lebih nyaman digunakan.
Sebaliknya, bagi yang lebih sering beraktivitas outdoor atau rawan menjatuhkan ponsel, casing dengan proteksi benturan ekstra tetap layak dipertimbangkan. Meski sedikit lebih tebal.
BACA JUGA:Mengenal Off-Grid Adventure, Menjelajah Alam Tanpa Gadget
BACA JUGA:6 Ide Beraktivitas Menyenangkan Tanpa Gadget untuk Mengurangi Stres dan Cemas
Kuncinya adalah menyesuaikan pilihan casing dengan pola pemakaian sehari-hari. Bukan sekadar mengikuti tren desain.
Meski casing berpotensi menahan panas, bukan berarti solusinya adalah menggunakan ponsel tanpa pelindung sama sekali.
Risiko ponsel tergores atau pecah akibat terjatuh jauh lebih besar dibanding risiko panas dari casing. Terutama dalam pemakaian normal sehari-hari.
Sejumlah produsen aksesori menekankan bahwa kombinasi material yang tepat, seperti polikarbonat keras atau TPU tipis berlapis, tetap bisa memberi proteksi optimal. Tanpa mengorbankan sirkulasi panas ponsel.
BACA JUGA:Digital Detox Challenge: Tantangan Lepas Gadget yang Menarik untuk Dicoba
BACA JUGA:6 Dampak Buruk Blue Light pada Kulit, Waspadai Risiko Penggunaan Gadget Berlebihan
Memilih casing ponsel ternyata tidak sesederhana soal warna atau motif yang disukai. Material dan ketebalan casing ikut menentukan seberapa nyaman dan awet ponsel dipakai dalam jangka panjang. (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya (Unesa).