BACA JUGA:Cara Pantau Abu Vulkanik Anak Krakatau Lewat HP, Bisa Cek MAGMA Indonesia
BACA JUGA:8 Bandara Masih Ditutup, Abu Anak Krakatau Dipantau Tiap 30 Menit
Abu Sempat Menyebar ke 4 Provinsi
Sebaran abu vulkanik Anak Krakatau sebelumnya berdampak pada sejumlah wilayah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat abu sempat mencapai DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, hingga Sumatera Selatan.
Kondisi tersebut membuat delapan bandara sempat ditutup sejak 5 September 2026. Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor penerbangan.
Kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah Jakarta sempat dialihkan secara daring. Penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) di satuan pendidikan juga dihentikan sementara.
Menteri Kesehatan bahkan mengimbau masyarakat tetap berada di rumah jika tidak memiliki keperluan mendesak. Sementara pelaksanaan Car Free Day (CFD) Jakarta dipangkas lebih awal.
BACA JUGA:Bandara Ngurah Rai Tetap Buka, 5 Penerbangan Jakarta-Bali Batal akibat Abu Anak Krakatau
BACA JUGA:Abu Anak Krakatau Bikin Sekolah PJJ, Penyaluran MBG Ikut Dihentikan Sementara
Meski hasil paper test di Soekarno-Hatta sudah menunjukkan kondisi negatif, BMKG belum menghentikan pemantauan. Pergerakan abu masih sangat dipengaruhi arah angin dan aktivitas erupsi.
Faisal mengatakan BMKG terus berkoordinasi dengan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, Australia. Lembaga tersebut merupakan pusat informasi abu vulkanik yang ditunjuk International Civil Aviation Organization (ICAO).
Penumpang Diminta Cek Jadwal Penerbangan
Pembukaan bandara juga tidak otomatis membuat seluruh jadwal penerbangan kembali seperti semula. Maskapai masih harus menyesuaikan rotasi pesawat dan jadwal penerbangan yang sebelumnya terganggu.
Menhub meminta maskapai berkoordinasi dengan pengelola bandara sebelum mengembalikan seluruh jadwal penerbangan. Faktor keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama.
Karena itu, calon penumpang yang akan berangkat dari Soekarno-Hatta maupun Halim Perdanakusuma diminta mengecek kembali status penerbangannya melalui kanal resmi maskapai.
BACA JUGA:Waspada Tsunami! BMKG Pantau Dampak Erupsi Krakatau di Selat Sunda
Masyarakat juga disarankan tetap menggunakan masker apabila abu masih terasa di lingkungan sekitar. Sisa abu di rumah sebaiknya tidak dibersihkan dengan cara menyapu kering agar partikelnya tidak kembali beterbangan.
Informasi terbaru mengenai kondisi abu vulkanik dan operasional penerbangan sebaiknya dipantau melalui kanal resmi BMKG, Kementerian Perhubungan, serta pemerintah daerah.