Jepang juga mencabut larangan konsumsi daging yang telah berlaku selama sekitar 1.200 tahun. Perubahan tersebut membuka ruang bagi berbagai inovasi kuliner.
Salah satu bentuk awal ramen modern dikenal sebagai Nankinsoba. Hidangan tersebut pertama kali tercatat pada 1859. Disajikan di restoran-restoran Tiongkok.
BACA JUGA:Mencicipi Ramen Otentik di Pasar Keputran
BACA JUGA:Mi Lamian dan Shao Kao, Kuliner Tiongkok Alternatif Menu Buka Puasa Ramadan 2026
Pada awalnya, Nankinsoba lebih banyak dinikmati kalangan mampu. Karena harganya relatif mahal. Namun, restoran Tiongkok secara perlahan semakin mudah dijangkau masyarakat umum.
Perkembangan ramen juga tidak terlepas dari meningkatnya jumlah pelajar Tiongkok yang belajar di universitas-universitas Jepang.
Salah satu kisah penting muncul dari Takeya Shokudo, rumah makan yang berada di depan gerbang utama Universitas Hokkaido.
Koki bernama Wang Wen-chai diminta menyiapkan makanan untuk ratusan pelajar Tiongkok. Salah satu hidangan yang mereka sukai adalah rosu noodles.
BACA JUGA:Menu Berbuka: Disapa Say Mie, Tetap Halal dengan Anggur Jawa
BACA JUGA:Resep Mi Sagu Goreng, Hidangan Lezat, Mudah Dibuat
Hidangan tersebut terdiri atas mi, daging cincang yang ditumis cepat, rebung, dan daun bawang. Namun, makanan itu kurang diminati mahasiswa Jepang.
Pemilik Takeya Shokudo kemudian bekerja sama dengan Wang Wen-chai untuk menciptakan versi yang lebih sesuai dengan selera lokal.
Beragam varian ramen terus berkembang hingga kini.-Guruh D.N.-Harian Disway
Mereka membuat mi dengan cita rasa lebih ringan. Menggunakan daging panggang serta daun bawang sebagai pelengkap. Pada musim panas 1926, lahirlah ramen pertama dalam bentuk baru tersebut.
Bencana alam juga memiliki peran besar dalam penyebaran ramen. Gempa Besar Kanto pada 1 September 1923 menghancurkan sejumlah wilayah Jepang. Termasuk Tokyo.
BACA JUGA:Coba Yuk! 5 Resep Mie Instan Hack: Carbonara, Saus Tiram, hingga Kuah Susu Pedas