BACA JUGA:Mengapa Mi Ayam Begitu Digandrung di Indonesia?
Banyak koki ramen kehilangan pekerjaan. Akhirnya mereka berpindah ke berbagai daerah. Ada yang menuju Kansai, Hokkaido, Kyushu, hingga wilayah lain yang membutuhkan tenaga kerja.
Perpindahan para koki tersebut melahirkan berbagai karakter ramen daerah. Mereka mulai menyesuaikan rasa dan bahan dengan budaya di setiap wilayah.
Peristiwa tersebut kemudian menjadi salah satu awal berkembangnya ramen lokal di Jepang. Ramen kemudian berkembang menjadi makanan yang gurih, mengenyangkan, dan kaya kalori. Sejumlah kawasan khusus penjual ramen juga mulai bermunculan.
Di Sapporo, perkembangan baru muncul sekitar 1954. Pemilik kedai ramen bernama Morito Omiya mulai bereksperimen. Ia membuat ramen dengan miso.
BACA JUGA:Keunikan dan Sejarah Mi Hong Kong, Simbol Kekayaan Budaya dan Cita Rasa
BACA JUGA:Makan Mi Bangladesh yang Murah dan Enak di Surabaya
Inspirasi tersebut datang dari para pekerja kantoran. Mereka merindukan rasa sup miso rumahan. Setelah melakukan percobaan selama sekitar lima tahun, Omiya berhasil menyempurnakan miso ramen.
Sejak sekitar 1960, semakin banyak restoran mulai menjual miso ramen. Pada 1967, kedai khusus miso ramen mulai menyebar ke berbagai wilayah Jepang.
Perkembangan besar lainnya terjadi pada 1958. Yakni ketika Momofuku Ando, pendiri Nissin Foods Holdings, menciptakan ramen instan pertama di dunia.
Ando mendapat inspirasi setelah melihat antrean panjang orang yang menunggu ramen di dekat Stasiun Umeda, Osaka.
BACA JUGA:Murah dan Nikmat, Ini 5 Rekomendasi Mi Ayam Jakarta di Surabaya
BACA JUGA:6 Rekomendasi Ramen Terenak di Tokyo, Dari Gang Sempit Sampai Dapat Bintang Michelin
Ia kemudian mengembangkan chicken ramen melalui berbagai percobaan di gudang kebunnya. Ando menemukan cara mengawetkan mi. Yakni dengan menggorengnya untuk menghilangkan kadar air.
Inovasi tersebut membuat ramen semakin mudah dinikmati di rumah. Pada 1971, Ando kembali menciptakan Cup Noodle yang kemudian menjadi sensasi dunia.
Memasuki era 2000-an, Jepang mengalami gelombang popularitas ramen yang sangat besar. Perhatian masyarakat tidak lagi hanya tertuju pada semangkuk ramen. Tetapi juga para koki yang membuatnya.