6 Efek Samping Konsumsi Tomat Berlebihan

6 Efek Samping Konsumsi Tomat Berlebihan

Tomat kaya akan likopen, yaitu antioksidan yang dikenal mampu menurunkan kolesterol LDL dan menjaga kesehatan jantung. -PeterHermesFurian-Istock

HARIAN DISWAY - Tomat dikenal sebagai salah satu bahan pangan bergizi. Mudah ditemukan dan kerap masuk dalam menu harian masyarakat.

Namun, di balik kandungan vitamin dan antioksidannya, konsumsi tomat secara berlebihan bisa memicu sejumlah masalah kesehatan.

Efek samping itu umumnya muncul akibat kandungan asam, oksalat, dan lycopene yang ada dalam tomat. 

Kandungan tersebut dapat menumpuk di tubuh. Terlebih apabila dikonsumsi dalam jumlah besar secara terus-menerus.

BACA JUGA:5 Buah yang Aman Dikonsumsi saat Perut Kosong

BACA JUGA:6 Buah yang Dianjurkan untuk Penderita Kolesterol

Kondisi itu bisa dialami siapa saja. Terutama orang dengan riwayat gangguan pencernaan atau ginjal.

Sejumlah pakar kesehatan menyebut penting bagi masyarakat mengetahui batas wajar konsumsi tomat. Sehingga manfaatnya tetap optimal.

Berikut sederet efek samping mengonsumsi tomat secara berlebihan, dirangkum dari berbagai sumber kesehatan.

1. Memicu Asam Lambung Naik

Tomat mengandung asam malat dan asam sitrat yang bersifat asam. Ketika dikonsumsi berlebihan, kandungan itu dapat meningkatkan produksi asam lambung. Lalu memicu sensasi terbakar di dada atau heartburn.

BACA JUGA:Daftar Buah Peningkat Kolagen untuk Sahur: Rahasia Wajah Plumpy Tanpa Skincare Mahal

BACA JUGA:5 Manfaat Utama Buah Delima yang Bikin Tubuh Lebih Sehat dari Dalam

Makanan asam seperti tomat menjadi salah satu pemicu umum bagi orang yang rentan mengalami refluks asam lambung atau GERD.

Dilansir berbagai sumber, orang dengan riwayat gangguan lambung sebaiknya membatasi konsumsi tomat. Terutama dalam kondisi mentah.

2. Mengganggu Sistem Pencernaan


Ilustrasi sakit perut. Bisa jadi asam lambung naik karena terlalu banyak konsumsi tomat.-instagram-@alodokter_id

Selain memicu asam lambung, konsumsi tomat berlebihan juga bisa menimbulkan gangguan pencernaan lain. Seperti perut kembung, gas berlebih, hingga diare.

Kandungan asam askorbat dalam tomat dapat mengikis lapisan lambung. Apalagi jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

BACA JUGA:5 Buah yang Tidak Baik Dikonsumsi di Malam Hari

BACA JUGA:Pencernaan Lancar: Atasi Masalah Pencernaan Anda dengan Mengonsumsi Buah Berikut ini

Pada orang dengan lambung sensitif, kondisi itu bisa memicu sakit perut ringan hingga gejala mirip gastritis.

Risiko tersebut semakin tinggi apabila tomat dikonsumsi bersamaan dengan makanan pedas atau berlemak.

3. Meningkatkan Risiko Batu Ginjal

Tomat mengandung kalsium dan oksalat dalam jumlah cukup tinggi. Apabila dikonsumsi berlebihan, kedua zat itu sulit dimetabolisme tubuh. Berpotensi menumpuk hingga membentuk batu ginjal.

Orang dengan riwayat batu ginjal atau gangguan fungsi ginjal disarankan lebih berhati-hati dalam mengatur porsi konsumsi tomat harian.

BACA JUGA:Ini Deretan Buah yang Bagus untuk Penderita Diabetes, Bikin Gula Darah Terjaga

BACA JUGA:4 Peran Besar Sayur untuk Menjaga Kesehatan Gigi dan Gusi

Konsultasi dengan dokter menjadi langkah bijak sebelum menambah asupan tomat secara rutin dalam jumlah besar.

4. Menyebabkan Perubahan Warna Kulit (Lycopenemia)

Tomat kaya akan lycopene, senyawa antioksidan yang memberi warna merah pada buah tersebut.

Namun, konsumsi lycopene dalam jumlah sangat besar dan terus-menerus dapat menumpuk di dalam darah. Lalu memicu kondisi bernama lycopenemia.

Kondisi itu ditandai dengan perubahan warna kulit menjadi kekuningan atau oranye, mirip efek yang terjadi akibat kelebihan konsumsi wortel.

BACA JUGA:Kenapa Alergi Debu Lebih Gampang Kambuh Saat Musim Hujan? Ini 6 Penyebab Utamanya

BACA JUGA:Perbedaan Flu dan Alergi serta Cara Menanganinya

Meski umumnya tidak berbahaya dan bisa hilang setelah asupan dikurangi, kondisi itu tetap perlu diwaspadai sebagai tanda konsumsi berlebihan.

5. Mengiritasi Kandung Kemih

Sifat asam pada tomat juga dapat berdampak pada saluran kemih. Konsumsi berlebihan berpotensi mengiritasi kandung kemih.

Itu memicu gejala seperti sering buang air kecil, rasa tidak tuntas saat berkemih, hingga nyeri di area perut bagian bawah.

Gejala tersebut cenderung lebih terasa apabila tomat dikonsumsi bersamaan dengan minuman berkafein atau makanan asam lain. Mengurangi porsi tomat biasanya cukup membantu meredakan gejala tersebut.

BACA JUGA:Macam-Macam Pemicu Alergi Pada Anak dan Cara Mengidenfitikasinya

BACA JUGA:Bunda Wajib Tahu! Kenali Gejala Alergi pada Anak

6. Memicu Reaksi Alergi atau Intoleransi

Meski jarang terjadi, sebagian orang memiliki intoleransi atau alergi terhadap tomat. Gejalanya bisa berupa ruam kulit, gatal, hingga gangguan pencernaan setelah mengonsumsi tomat dalam jumlah tertentu.

Reaksi itu dipicu oleh sejumlah senyawa alami dalam tomat yang bisa memicu respons imun pada orang dengan sensitivitas tertentu.

Bagi yang baru pertama kali mencurigai gejala serupa, disarankan segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya.

Perhatikan Bagian Tomat yang Dikonsumsi


Ilustrasi buah tomat. -LoggaWiggler -Pixabay

Selain porsi, bagian tomat yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan. Daun dan batang tomat, serta tomat hijau yang belum matang sempurna, mengandung senyawa glikoalkaloid seperti solanin dalam jumlah tinggi.

BACA JUGA:Bolehkah Minum Kopi Saat PMS? Ini Faktanya

BACA JUGA:5 Manfaat Kopi Hitam Tanpa Gula untuk Kesehatan Tubuh

Senyawa itu berpotensi menyebabkan keracunan. Terlebih jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

Karena itu, sebaiknya hanya bagian buah tomat yang sudah matang yang dikonsumsi sebagai bahan makanan sehari-hari.

Tomat tetap menjadi bahan pangan bergizi selama dikonsumsi dalam porsi wajar. Juga diimbangi pola makan seimbang.

Mengetahui batas aman konsumsi bisa membantu tubuh tetap mendapat manfaat tanpa risiko efek samping yang tidak diinginkan. (*)

*) Mahasiswa magang dari Prodi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: diolah dari berbagai sumber