HARIAN DISWAY - Paris Saint-Germain (PSG) akan memulai perjalanan mereka di Liga Champions 2026/2027 dengan membawa target besar. Setelah berhasil menjadi juara dalam dua musim terakhir, Les Parisiens (julukan PSG) kini membidik gelar ketiga secara beruntun.
Jika berhasil mewujudkannya, PSG akan masuk ke dalam jajaran klub elite yang mampu mendominasi kompetisi Eropa selama beberapa musim.
Namun, perjalanan menuju sejarah tersebut tidak akan mudah, terutama jika melihat performa mereka pada awal musim ini. PSG memang telah membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan terbesar di Eropa dalam dua musim terakhir.
Setelah bertahun-tahun gagal memenuhi ekspektasi di Liga Champions, mereka akhirnya meraih trofi pertama pada 2025. Ketika itu, PSG menghancurkan Inter Milan dengan skor 5-0 di final.
BACA JUGA:Prediksi Skor PSG vs Slovan Bratislava: Misi Bangkit Sang Juara Bertahan
BACA JUGA:PSG Catat Start Terburuk dalam 14 Tahun
Mereka kemudian berhasil mempertahankan gelar pada musim berikutnya. Les Parisiens mengalahkan Arsenal melalui adu penalti pada final di Budapest.
Kini, Luis Enrique dan anak asuhnya memiliki kesempatan untuk mencatatkan sejarah yang lebih besar. Hanya sedikit klub yang pernah meraih tiga gelar Eropa secara beruntun.
Real Madrid menjadi contoh terbaru ketika Zinedine Zidane membawa Los Blancos (julukan Real Madrid) meraih tiga trofi Liga Champions berturut-turut pada 2016 hingga 2018.
Sebelumnya, Ajax juga pernah meraih tiga gelar secara beruntun pada 1971, 1972, dan 1973. Setelah itu, Bayern Munchen melakukan hal serupa dengan memenangkan kompetisi tersebut pada 1974, 1975, dan 1976.
BACA JUGA:PSG vs AS Monaco 1-2: Tumbang di Kandang, Les Parisiens Lanjutkan Tren Buruk
BACA JUGA:Alasan Bradley Barcola Pilih Tinggalkan PSG Demi Liverpool
Potret pelatih PSG, Luis Enrique, ketika memantau tim asuhannya dalam laga final Liga Champions 2025/2026 kontra Arsenal. Sabtu, 30 Mei 2026.--Uefa.com
Kala itu, kompetisi tersebut masih bernama European Champion Clubs' Cup atau European Cup, bukan UEFA Champions League seperti sekarang.
Namun, tantangan PSG saat ini jauh lebih besar. Format baru Liga Champions membuat perjalanan meraih trofi semakin panjang. Dalam dua musim terakhir, PSG harus memainkan masing-masing 17 pertandingan untuk menjadi juara.