"Memang dari awal, sudah kelihatan bahwa Pak SBY memang taruna yang terbaik. Tapi Prabowo Subianto taruna yang bisa diperbaiki," ujarnya.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Partai Demokrat sepanjang perjalanan politiknya.
"Saya berterima kasih atas dukungan Partai Demokrat, 2019, 2024, sampai Presiden SBY pun turun ke lapangan, turun bersama-sama berkampanye," terangnya.
BACA JUGA:Sidang Pleno Muktamar Ke-35 NU Tertunda karena Demo, Massa Jebol Penyekatan
BACA JUGA:Viral Terekam CCTV Kepsek dan Guru SD Pekalongan Mesum, Dindik Janji Beri Sanksi Tegas
Ia turut menekankan pentingnya kritik dan koreksi sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan demokrasi yang sehat.
"Bangsa yang besar yang sudah memilih jalan demokrasi harus berterima kasih atas kritik dan koreksi," tegas Prabowo.
Prabowo mengungkapkan dirinya dan SBY pernah mengemban amanah pangkat jenderal di TNI.
BACA JUGA:Daftar 10 Gunung Api Paling Sering Erupsi 2026, Gunung Semeru Tempati Posisi Pertama
BACA JUGA:RUU Perampasan Aset: 13 Tindak Pidana yang Bisa Jadi Sasaran, Ada Korupsi hingga Perbankan
"Bapak SBY pernah jadi jenderal, saya juga pernah. Tapi kita, TNI, yang diajarkan, yang dibesarkan, yang dibina sebagai tentara rakyat. Kita dididik sebagai tentara rakyat yang berjuang untuk rakyat," katanya.
Ia menilai SBY telah memberi teladan terhadap transisi kinerja dari dunia militer ke politik.
SBY mendirikan Partai Demokrat setelah pensiun dari TNI dan maju dalam kontestasi politik.
BACA JUGA:Pemilihan Ketum PBNU Buntu, 401 Muktamirin Pilih Mekanisme Baru
BACA JUGA:Semua Orang Bisa Jadi Target UU Perampasan Aset? Ini Penjelasan Mahfud MD
"Saya kira beliau memberi contoh, pensiun, keluar dari tentara, bikin partai, maju ke hadapan rakyat, mendapat mandat," tutup Prabowo. (*)