HARIAN DISWAY - Como harus mulai dipandang sebagai salah satu kuda hitam dalam persaingan scudetto Serie A. Mereka bukan lagi tim promosi yang kebetulan beruntung menembus papan atas musim lalu. Saat ini, mereka makin berbahaya.
Como menggilas Parma 2-1 dalam pekan keempat Serie A 2026/2027 giornata ke-4, Selasa dini hari WIB, 15 September 2026. Di kandang sendiri, Giuseppe Sinigaglia, klub milik Grup Djarum itu tampil dominan sejak awal.
I Lariani (sebutan Como) membuka keunggulan pada menit ke-23 melalui Jacobo Ramon. Pasukan Cesc Fabregas menggandakan skor pada menit ke-83 lewat Kaiki Bruno. Parma hanya bisa memperkecil ketertinggalan pada menit ke-92 melalui David Romero.
Kemenangan tersebut membuat Como nyaman di peringkat ke-3, dengan koleksi 10 poin dari empat laga. Mereka melompati Lazio, AC Milan, dan Juventus yang tampil inkonsisten.
BACA JUGA:Como 1907 Resmi Pinjam Robert Sanchez dari Chelsea
BACA JUGA:Napoli vs Como 1-2: Karena Partenopei Terlalu Lembek
"Beberapa pemain sangat kelelahan sehingga kami melakukan beberapa perubahan," ungkap Cesc Fabregas dalam konferensi pers yang dikutip DAZN Italia.
"Aku suka cara main anak-anak yang masuk dari bangku cadangan. Respons mereka bagus, dan itu artinya aku bisa mengandalkan semua orang," imbuhnya. Hanya saja, Fabregas membaca celah dalam permainan mereka menjelang akhir laga.
"Ketika Anda membukukan 31 tembakan ke gawang lawan dan hanya mencetak satu gol, Anda tahu bahwa lawan akan melakukan sesuatu untuk memperkuat pertahanan mereka. Anda berisiko kebobolan, dan itu akhirnya terjadi," ulas Fabregas.
Jalannya Pertandingan Como vs Parma
Starting line-up Como ketika menghadapi Parma dalam laga Serie A 2026/2027 giornata ke-4, Selasa 15 September 2026.-Marco Luzzani-Getty Images
Parma sebenarnya langsung memberikan ancaman ketika pertandingan baru berjalan satu menit. El Bilal Toure mencoba melepaskan tembakan dari sudut yang cukup sulit di sisi kanan, tetapi bola masih mampu diamankan Robert Sanchez.
BACA JUGA:Gagal Total di Como 1907, Alvaro Morata Pilih Gabung CD Leganes
BACA JUGA:Menikmati Sepak Bola ala Italia, Intip Mewahnya Konsep Soccer Tourism Como 1907
Setelah itu, Como perlahan mengambil kendali permainan. Mereka sering menekan pertahanan Parma dan mendapatkan beberapa peluang melalui situasi bola mati. Misalnya lewat Marc-Oliver Kempf dan Máximo Perrone yang menyambut umpan silang Kaiki.
Como bahkan hampir membuka keunggulan pada menit ke-14 ketika Moise Kean mendapatkan ruang di tengah kotak penalti. Tembakannya masih bisa ditepis Edoardo Corvi.