Gus dan Gus

Selasa 22-09-2026,09:43 WIB
Reporter : Arif Afandi
Editor : Yusuf Ridho

Saya jadi teringat perkataan Gus Mus. NU ini milik Allah. Bukan milik ketua umum, rais aam, politisi, pemerintah, apalagi kelompok tertentu. Manusia hanya memperoleh kesempatan sementara untuk berkhidmah di dalamnya.

Barangkali sikap seperti itulah yang membuat Gus Mus menolak menjadi rais aam. Bukan karena tidak mencintai NU. Justru karena sangat mencintainya. Beliau tahu kapan harus maju, kapan harus membantu, dan kapan harus memberikan jalan kepada orang lain.

Dalam perspektif itu, yang mencemaskan bukan ketika NU kekurangan orang yang ingin memimpin. Yang paling mengkhawatirkan adalah ketika terlalu banyak orang merasa hanya dirinya yang pantas memimpin NU.

NU telah melewati penjajahan, pergantian rezim, konflik politik, dan berbagai pertarungan kekuasaan. NU akan tetap hidup, dengan atau tanpa kita. Seperti pesan Gus Mus, tak perlu terlalu ge-er ingin menyelamatkan NU. Jangan-jangan, justru kitalah yang diselamatkan NU. (*)

Kategori :