Blue Fire Tidak Lagi Wajib di Kawah Ijen

Rabu 30-09-2026,09:50 WIB
Oleh: M.R. Warang Agung*

SELAMA bertahun-tahun, api biru atau blue fire menjadi magnet utama pariwisata Kawah Ijen. Fenomena alam yang hanya dapat disaksikan pada kondisi tertentu menjelang dini hari itu telah membentuk citra Ijen sebagai salah satu destinasi wisata alam unik di Indonesia. 

Selama ini Ijen bahkan dikenal sebagai satu di antara hanya dua tempat di dunia yang memiliki fenomena api biru yang dapat diamati secara alami. Tidak mengherankan jika blue fire kemudian menjadi ikon promosi wisata Ijen. 

Namun, sudah waktunya kita berpikir lebih jauh: apakah masa depan Kawah Ijen harus selalu bergantung pada api biru? Jawabannya tentu tidak.

Meski langka di dunia, kawasan Gunung Ijen sesungguhnya memiliki kekayaan yang jauh lebih besar lagi. Bila identitas Ijen terlalu bergantung pada satu fenomena, maka ketika ditemukan di tempat lain, fenomena keunggulan Ijen tentu menghadapi tantangan baru.

BACA JUGA:Bawakan Tari Kembang Bakung, Penari Lima Negara Lepas Peserta Banyuwangi Blue Fire Ijen KOM Challenge

BACA JUGA:350 Cyclist Siap Tuntaskan Tantangan EJ Sport Banyuwangi Blue Fire Ijen KOM Challenge 2023

Sebagaimana ketika dilaporkan ditemukannya blue fire di kawasan pegunungan Jawa Barat, antara lain di Kawah Manuk, kompleks Gunung Papandayan. 

Temuan tersebut tentu menjadi kabar menarik bagi dunia ilmu pengetahuan dan pariwisata Indonesia. Namun, bagi masyarakat yang sangat berkepentingan dengan fenomena itu, hal tersebut seharusnya menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap strategi pariwisata ke depan.

Ijen tidak boleh hanya menjual api biru. Ijen harus menjual keseluruhan cerita tentang Ijen. Saat brand dan produk ternyata juga dimiliki di tempat lain, untuk tetap memiliki daya tarik, Ijen perlu dikemas dalam cerita atau story yang berbeda. 

Kekuatan pertama Ijen adalah potensi pariwisata masa depan. Wisatawan modern tidak selalu mencari destinasi untuk sekadar melihat pemandangan dan mengambil foto. Mereka makin tertarik pada pengalaman, pengetahuan, petualangan, kesehatan, konservasi, dan cerita lokal. 

BACA JUGA:Imbas Konflik Upah Lembur, Puluhan Gerai Indomaret di Jember hingga Banyuwangi Tutup

BACA JUGA:Prabowo Ingin Whoosh Lanjut sampai Banyuwangi

Dan, Ijen mempunyai semuanya. Ada perjalanan menuju kawasan kawah, udara pegunungan, panorama matahari terbit, bentang alam vulkanik, danau kawah yang memiliki karakter sangat ekstrem, aktivitas vulkanik, hamparan hutan pegunungan, serta kehidupan masyarakat di sekitar kawasan. 

Ijen juga menjadi bagian dari Ijen UNESCO Global Geopark, yang menunjukkan bahwa kekayaan kawasan itu tidak hanya bernilai secara wisata, tetapi juga memiliki nilai geologi, ekologi, pendidikan, dan budaya. 

Karena itu, masa depan Ijen dapat diarahkan menjadi destinasi geowisata kelas dunia. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat blue fire, tetapi juga mengikuti perjalanan memahami gunung api, sulfur, sejarah pembentukan kawasan, keanekaragaman hayati, konservasi, hingga kehidupan masyarakat. 

Kategori :