BALI, HARIAN DISWAY – Industri pariwisata menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah perubahan geopolitik, perkembangan teknologi, dan pergeseran perilaku wisatawan. Strategi pemasaran destinasi pun dituntut beradaptasi agar mampu mempertahankan daya saing di pasar global.
Persoalan tersebut menjadi fokus The 2nd Annual Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2026 yang akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Bali. Mengusung tema “Reimagining Tourism: In a Fragmented World!”, forum tahunan yang digelar MarkPlus Tourism (MCorp) itu mempertemukan pemerintah, pengelola destinasi, pelaku industri, akademisi, dan praktisi pemasaran.
Selama lima hari, rangkaian kegiatan tersebar di sejumlah lokasi di Denpasar, Sanur, dan Badung. Pembahasannya mencakup pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), pemasaran destinasi, penguatan identitas daerah, hingga pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Salah satu agenda yang membuka rangkaian kegiatan adalah Battle of the Baristas: Bali Nusra pada 14 Oktober 2026. Kompetisi meracik kopi itu berlangsung pukul 10.00–17.00 WITA di Ezzy Smart Resort Ballroom, Elizabeth International Denpasar. Ajang tersebut mempertemukan barista muda dan profesional sekaligus mengangkat kualitas layanan kuliner lokal sebagai bagian dari pengalaman wisata.
BACA JUGA:Marketing Lagi Buntu? Tiga Tantangan Ini Dibahas di Marketeers Hangout 2026
ITMW 2026 juga memasukkan isu konservasi lingkungan dalam rangkaian acaranya. Pada 15 Oktober, peserta dijadwalkan mengikuti kegiatan pelepasan tukik atau anak penyu di Pantai Sanur, Denpasar, pukul 17.00–18.00 WITA. Ida Bagus Gede Sidharta Putra, Chairman Yayasan Pembangunan Sanur, akan bertindak sebagai pemandu.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan pengembangan pariwisata dengan pelestarian lingkungan. Kolaborasi yang melibatkan pemerintah, asosiasi pariwisata, dan pelaku industri dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan destinasi yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat.
Pada hari yang sama, ITMW menjadwalkan Masterclass by Hermawan Kartajaya di Santrian Art Gallery, Sanur. Mengangkat tema "Operational Excellence for Hospitality: Focus on Quality, Cost, Delivery & Service", sesi yang berlangsung pukul 09.00–17.00 WITA itu akan membahas keunggulan operasional industri perhotelan dan keramahtamahan.
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Chairman MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya: Bu Chi Xia Wen
Sementara itu, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu sorotan pada 16 Oktober 2026. Melalui agenda Campus & Corporate Class, ITMW mengangkat tema “Marketing 7.0 for Hospitality: In the Age of AI”. Giovanni Alexander dari bagian Organization Technology Development MCorp dijadwalkan menjadi pembicara dalam kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WITA di Elizabeth International Denpasar.
Pembahasan AI diarahkan pada pemahaman perilaku wisatawan serta peningkatan efisiensi operasional industri hospitality. Teknologi menjadi salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk menyesuaikan layanan dengan kebutuhan pelanggan yang terus berubah.
Pada malam harinya, peserta dijadwalkan menghadiri ITMW Welcoming Dinner di Griya Gede Keniten, Sanur Kaja, Denpasar Selatan. Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara akan menjadi tuan rumah, dengan Ida Bagus Gede Sidharta Putra dan Hermawan Kartajaya sebagai tamu kehormatan. Peserta diminta mengenakan pakaian adat Bali atau batik.
Selain teknologi dan layanan, pemasaran destinasi serta penguatan branding daerah turut menjadi perhatian ITMW 2026. Salah satu agenda yang disebut dalam rangkaian kegiatan adalah peluncuran kampanye regional Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Mentawai. Penguatan identitas lokal diharapkan membantu destinasi memperkenalkan karakter dan potensi masing-masing kepada pasar internasional.
BACA JUGA:Hadir di Acara BI Sulut, Dahlan Iskan Dorong Pengusaha Lokal Fokus Tingkatkan Kapasitas Produksi
Rangkaian kegiatan berlanjut pada 17 Oktober melalui Special Conference: The Resilience of Indonesia Tourism di Wantilan Ballroom, Prama Sanur Beach, Sanur. Forum tersebut dijadwalkan dibuka oleh Hermawan Kartajaya, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dan Senator RI Irman Gusman.