Terakhir, dari sisi suplai dan demand cadangan emas global, ketidakpastian pasar global membuat bank sentral di berbagai negara, termasuk Tiongkok, terus memupuk cadangan emas. Tercatat hingga bulan Agustus, bank sentral global telah memborong 170 ton emas, di mana Tiongkok menyerap 39 ton.
Ibrahim menjelaskan bahwa langkah masif itu dilakukan sebagai strategi portofolio jangka panjang: "Tujuannya adalah untuk strategi pengelolaan portofolio secara jangka panjang di tengah kepastian kondisi pasar yang tak menentu, dan mengganti portofolionya dari dolar menjadi logam mulia," paparnya.
Dengan berbagai faktor tersebut, investor diimbau untuk tetap berhati-hati menghadapi potensi pergerakan pasar yang dinamis pada pekan depan. (*)