MSCI Bukan Nabi

Senin 19-10-2026,06:33 WIB
Oleh: Said Abdullah*

Keputusan itu diambil oleh FTSE Russel setelah melihat upaya perbaikan terhadap klasifikasi investor, penambahan free float, serta pengawasan pasar yang diperketat.

Kenapa FTSE Russel memberikan penghargaan atas upaya perbaikan di BEI, sedangkan MSCI tidak? Bukankah jika ada hal yang belum terlalu jelas bisa dikomunikasikan kepada otoritas? 

BACA JUGA:IHSG Bangkit ke Zona Hijau Usai Anjlok, Sentimen MSCI dan Rupiah Masih Jadi Sorotan

BACA JUGA:Status Pasar Saham Indonesia Tetap Emerging Market, MSCI Peringatkan Soal Transparansi

Sekali lagi, saya tidak menolak koreksi dari MSCI, sepanjang didedikasikan penuh untuk perbaikan pasar modal. Dan, saya kira MSCI juga tidak hendak mempertaruhkan kredibilitasnya atas hal itu.

Namun, sekali lagi, pengurus MSCI bukan nabi yang seolah hanya membawa mesiah penerang. Kalau tujuannya membawa kebaikan, kenapa membuat kegaduhan berulang? 

Bukankah kegaduhan berulang atas sikap MSCI telah ”merusak” pasar bursa saham Indonesia. Suatu keadaan yang tercipta, yang justru berbeda dengan niat MSCI memperbaiki BEI.

Ironisnya, ketika harga saham jatuh akibat pengumuman itu, nyatanya asing juga menyerok kembali saham-saham yang diperdagangkan di BEI, yang dianggap buruk oleh MSCI. Saat 16 Oktober 2026 MSCI me-standalone-kan BEI, IHSG jatuh, nyatanya ada yang ambil untung, asing beli hingga Rp9,18 triliun.

Tentu saja saya tidak menuduh lembaga sekaliber MSCI bersindikasi menjatuhkan harga IHSG dan memberikan jalan kepada investor asing untuk profit taking. Namun, fakta yang sulit kita mungkiri, sadar atau tidak, kebijakan MSCI menguntungkan hedge fund. 

Kalau MSCI mengharamkan pengaturan harga karena berdampak kerugian investor, bukankah tindakan MSCI yang menilai sepihak jauh lebih berdampak besar bagi kekacauan harga di BEI? 

Kalau niat baik MSCI pada akhirnya menimbulkan kejatuhan harga dan kejadianmya berulang, bukankah sudah wajarnya jika kita bertanya-tanya, MSCI sedang membantu BEI memperbaiki diri atau kendaraan hedge fund ambil untung? 

Sekali lagi, pengurus MSCI bukan nabi yang sedang bersabda suci, bak rasul yang menuliskan kitab suci, yang bisa memonopoli kebenaran tanpa cela. Semoga pula MSCI tidak sedang menjalankan peran sebagai proksi dari sang adikuasa. 

Ada petuah bijak, saya kira layak untuk kita renungkan bersama. Memperbaiki pasar modal Indonesia laksana mencari jarum di persawahan dengan padi yang menguning. Mari, kita temukan jarumnya, tetapi padi yang menguning tidak rusak karena terinjak-injak saat mencari jarum. (*)

*) Said Abdullah adalah ketua Badan Anggaran DPR.

Kategori :