GoTo Cetak Laba Bersih Rp441 Miliar, Target EBITDA 2026 Naik
Fundamental bisnis yang sehat memungkinkan GoTo terus tumbuh bersama ekosistemnya-GoTo-
JAKARTA, HARIAN DISWAY – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mencatatkan laba bersih Rp441 miliar pada kuartal III 2026. Capaian tersebut menjadi laba bersih ketiga berturut-turut di tengah tantangan bisnis transportasi digital.
Perusahaan induk Gojek dan GoPay itu sebelumnya mencatatkan rugi bersih Rp255 miliar pada periode sama. Pendapatan bersih tumbuh 17 persen secara tahunan menjadi Rp5,6 triliun.
Nilai transaksi bruto inti atau Core GTV meningkat 89 persen menjadi Rp194 triliun. Pengguna bertransaksi tahunan juga bertambah 16 persen menjadi 72,5 juta pengguna.
Chief Executive Officer GoTo Group Hans Patuwo menyebut pencapaian tersebut mencerminkan ketahanan fundamental bisnis perusahaan. GoTo juga menaikkan proyeksi EBITDA disesuaikan 2026 menjadi Rp3,5 triliun hingga Rp3,7 triliun.
BACA JUGA:Usaha Bangkrut, Serly Bangkit Jadi Mitra Perintis Gojek di Malang

Ilustrasi-GoTo-
Sebelumnya, perusahaan memproyeksikan EBITDA disesuaikan sebesar Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun. Kenaikan target tersebut mencerminkan kinerja positif bisnis teknologi finansial dan pertumbuhan awal layanan sesuai permintaan.
Hans mengatakan, perusahaan tetap menjaga disiplin operasional dan mengoptimalkan alokasi modal. “Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesehatan bisnis sekaligus memberikan nilai tambah kepada pemegang saham,” katanya.
Salah satu upaya perusahaan adalah membatalkan 32 miliar saham treasuri. Keputusan tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam rapat umum luar biasa pada 14 Oktober 2026.
Pembatalan itu setara 2,7 persen saham beredar dan meningkatkan persentase kepemilikan pemegang saham. “Proses formal dijadwalkan berlangsung dalam dua hingga tiga bulan setelah persyaratan regulasi terpenuhi,” ungkap Hans.
BACA JUGA:Gojek Resmi Hadir di RSUD Dr. Soetomo, Permudah Mobilitas Pasien hingga Pengunjung
BACA JUGA:Gojek dan Yayasan GoTo Merah Putih Berikan Beasiswa untuk Lebih dari 150 Mitra Driver dan Keluarga
GoTo juga melanjutkan program pembelian kembali saham atau buyback di pasar. Hingga 29 Oktober 2026, perusahaan telah membeli 36 miliar saham senilai Rp985 miliar.
Nilai tersebut setara hampir tiga persen dari total saham perusahaan. GoTo masih memiliki alokasi Rp2,5 triliun untuk program buyback yang berlaku hingga Juni 2027.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: