Empat Peran, Satu Keluarga
AS mempertontonkan daya hancur. Iran menjual daya gentar. Tiongkok memperlihatkan daya putus. Korea Utara menunjukkan mahalnya kekosongan informasi.
Untuk Indonesia, pertanyaannya bukan apakah kita punya bom terbesar. Melainkan, apakah bank, pelabuhan, rumah sakit, dan layanan pemerintah tetap bekerja saat jaringan terganggu.
Apakah informasi resmi cukup cepat mengalahkan kabar bohong.
AS boleh punya ibunya. Iran boleh mencalonkan bapaknya. Tetapi, kalau keluarga bom itu benar-benar bertengkar, jangan berharap perang mengenal fitur pesan yang paling kita sukai.
Hapus pesan ini untuk semua orang. (*)