Jenderal Suyudi Bersih-Bersih

Kamis 05-11-2026,16:27 WIB
Reporter : Taufik Lamade
Editor : Yusuf Ridho

Sementara itu, Kapolda Jateng Irjen Ribut Hari Wibowo mutasi horizontal sebagai waka Lemdiklat, wakilnya Komjen Rudi Darmoko. Irjen Nanang Avianto, kapolda Jatim, juga digeser ke Lemdiklat juga sebagai widyaiswara. 

BACA JUGA:Silaturahmi Bersama Ulama se-Jatim, Kapolri Suyudi Ario Seto Minta Doa Dukungan dan Masukan Masyarakat

BACA JUGA:Korlantas Dirombak Besar-besaran Era Kapolri Suyudi, Aries Syahbudin Gantikan Wibowo

Kapolda Jabar Irjen Pipit Rismanto dipindahkan ke luar struktural menjadi staf ahli menteri hukum.

Kapolda Metro Jaya yang baru dijabat Komjen Dadang Hartanto, sebelumnya kapolda Maluku. Sementara itu, Komjen Asep Edi Suheri geser ke Irwasum, sama-sama bintang tiga.

Dulu polda di Jawa dikenal sebagai tipe A berpangkat bintang dua. Sementara itu, Riau, Kepri, NTT, atau NTB dikenal sebagai polda tipe B atau C, dengan pangkat bintang satu. Namun, kini semua kapolda bintang dua. Dan, Kapolri Suyudi tidak lagi melihat kapolda di Jawa menjadi opsi pertama promosi ke bintang tiga.

Nasib para jenderal yang dekat Sigit kini dipindahkan ke luar struktural Polri. Termasuk Komjen Syahar yang geser ke KSP. Bukan hanya Syahar, Komjen Yuda Gustawan, mantan intelkam, juga ke KSP. Skenarionya, kedua jenderal bintang tiga itu akan memperkuat Jenderal Sigit di KSP. Sekarang malah Sigit yang sudah dicopot. 

BACA JUGA:Kapolri Suyudi Mutasi Seluruh Kapolda di Pulau Jawa, 88 Personel Bergeser, Ini Daftarnya!

BACA JUGA:Kapolri Suyudi Mutasi 88 Perwira, 19 Kapolda Berganti

Komjen Wahyu Widada juga dikenal sebagai orang kepercayaan Sigit. Wahyu Widada ikut membuat konsep dan mendampingi Sigit saat fit and proper test di DPR. Jabatan terakhir Komjen Wahyu di Mabes Polri adalah Irwasum. Kini ia ditugaskan ke menteri ATR/BPN.

Bagaimana dengan dua tersangka lain kasus penyadapan? Yakni, Irjen Ahrie Sonta Nasution dan Irjen Eko Hadi Santoso. Keduanya dikenal sebagai loyalis Jenderal LSP. Di samping prestasi, kedekatan dengan Sigit membuat pangkat mereka melejit.

Ahrie adalah satu-satunya perwira menengah yang mendampingi Sigit saat fit and proper test di DPR lima tahun lalu. Saat itu ia kapolres Tanjung Priok dengan pangkat AKBP. Dari perwira menengah selama Sigit menjabat lebih dari lima tahun, Ahrie mampu mencapai bintang dua. Menjadi yang termuda di angkatannya (Akpol 2002) yang mencapai irjen. Usia 45 tahun.

Ironisnya, Ahrie yang menjadi tersangka penyadapan Presiden Prabowo justru pernah menjadi ajudan Prabowo. Karier ajudan seharusnya bisa membuatnya melejit. 

Irjen Eko Hadi Santoso juga punya karier mentereng. Lulusan Akpol 1999. Tapi, sudah meraih bintang dua. Jenderal pertama di angkatannya. Dikenal memiliki karier cemerlang dalam memberantas narkoba dan antiteror.

Oleh Jenderal Sigit, Eko ditempatkan sebagai direktur tindak pidana narkoba Bareskrim. Di era Suyudi, Eko yang baru saja dapat bintang dua digeser sebagai widyaiswara Sespim.

Eko dan Ahrie, kalau dilihat dari track record kariernya, seharusnya berpotensi menjadi pemimpin masa depan Polri. Karier cepat. Seperti Jenderal Sigit dulu yang juga melejit menjadi kapolri. Melewati lima angkatan di atasnya.

Kategori :