Membagi Ilmu sampai Berlimpah

Membagi Ilmu sampai Berlimpah

Dari perpustakaan keliling dan membuka lapak di taman, Busa Pustaka kini berfokus membangun sekolah rakyat. Saat ini baru satu yang telah berdiri. Yakni, di rumah Pak Ali di Kedaung. Mang Adiono mendapat dukungan dari pemilik rumah untuk mengadakan kegiatan Sekolah Rakyat. Sekali muncul, Adiono biasanya digeruduk sampai 200-an anak.

Masa pandemi tentu saja ada kebijakan baru. Karena masyarakat dilarang berkerumun. Namun begitu, tidak menyurutkan semangatnya untuk terus bergerak.

Anak-anak tetap boleh menghampiri Adiono saat membuka ‘lapak’. Dengan catatan, setiap anak dan pemateri harus mematuhi protokol kesehatan (prokes). Setiap Minggu pukul 10.00 hingga 14.00, Mang Adiono dan beberapa teman lintas profesi menjadi guru dadakan di sekolah rakyat. Dari ratusan, peserta dibatai maksimal 30-an orang saja.

Selain memberi bacaan, anak-anak diberi kesempatan belajar mewarnai dan menulis. Mang Adiono telah mendapat bantuan dari banyak pihak untuk menyediakan semua kebutuhan pembelajaran.

”Saya memang ingin merangsang banyak orang untuk peduli terhadap nasib anak-anak yang kesulitan akses baca. Pemerintah rasanya belum memberikan peran serta pelayanan maksimal. Pandangan ini muncul setelah saya masuk ke daerah pelosok daerah itu dan melihat berbagai kegiatan anak-anak negatif,” paparnya.

Kegiatan ini ternyata mampu mendulang dukungan dari sejumlah pihak. Mulai dari Reza Arap hingga almarhum sastrawan Sapardi Djoko Darmono. Reza mendukung pembangunan sekolah. Sedangkan Sapardi memberi dukungan moril.

Selain itu, Adiono mendapat donasi buku dari banyak orang. Jumlahnya meningkat setelah Busa Pustaka viral di Twitter. Jumlahnya kini mencapai ribuan. Sebelumnya sudah ada invetaris 200-an buku yang dibeli menggunakan dana Adiono pribadi.

Support itu membuatnya jadi semakin bersemangat. Adiono bercita-cita mendirikan sekolah rakyat di seluruh kelurahan di Bandar Lampung. ”Lewat sekolah-sekolah ini, Busa Pustaka ingin memudahkan akses baca bagi anak-anak. Kan, penyebab minat baca rendah itu karena minimnya akses. Jadi kita bisa membantu dengan memudahkan aksesnya,” pungkasnya. (Ajib Syahrian)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: