Pasuruan artikel

Ojol Minta Tarif Mulai Rp 15 Ribu

Ojol Minta Tarif Mulai Rp 15 Ribu

Driver ojol dicegat pendemo karena masih melayani konsumen.-Julian Romadhon-Harian Disway-

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Aksi demo driver ojek online (ojol) berlangsung kondusif. Ribuan orang itu menggeruduk beberapa tempat. Bermula di depan kantor Dinas Perhubungan Jatim di Jalan Ahmad Yani, Surabaya dan Dinas Komunikasi dan Informatika Jatim.

Kemudian berlanjut ke kantor aplikator seperti Shopee, Gojek, Grab, dan InDriver. Meski terjadi sedikit kericuhan. Pendemo melakukan sweeping sepanjang aksi di jalan. Yakni dengan menghentikan setiap driver yang tetap menerima pesanan maupun mengantar penumpang. Mereka yang kena sweeping tidak diminta untuk turut serta dalam aksi. Melainkan hanya diminta melepas jaket seragam kerjanya.

Ada beberapa driver yang terjaring dalam aksi sweeping itu. Misalnya, di Jalan Sunda, saat pendemo menuju kantor Gojek di Jalan Ngagel. Mereka tiba-tiba meneriaki driver lain yang sedang mengangkut penumpang. Lalu menghampirinya untuk melepas jaket hijau yang dikenakan.


Aksi para pengunjuk rasa yang memperjuangkan kesejahteraan driver ojol. -Julian Romadhon-Harian Disway-

Sasaran terakhir yang kena sweeping tepat di depan Gedung Negara Grahadi. Yakni Prayudha Syafrani yang melintas dengan motor matiknya. Pendemo pun menghentikan pemuda asal Waru itu. Dan meminta melepas jaket oranyenya.

Syafrani digiring naik ke atas mobil pikap. Didampingi para korlap yang sedang berorasi. Lalu diminta membaca Pancasila di hadapan para pendemo.

“Saya tidak tahu kalau ada demo. Saya minta maaf. Semoga perjuangan teman-teman berhasil,” katanya. Lantas Syafrani diizinkan pergi. Namun, jaket kerjanya harus disimpan dalam jok.

Aksi itu dalam satu komando Front Driver Ojek Online Tolak Aplikator Nakal (Frontal) Jatim. Mereka menamainya: Frontal Level V. Artinya, gelaran demo itu sudah kali kelima digelar.

Ribuan pendemo tidak hanya berasal dari Surabaya. Tetapi juga daerah lain di Jatim. Salah satunya, Eko Prasetyo yang datang dari Jember. Ia bersama 12 orang rombongannya tiba di Surabaya sejak semalam sebelumnya.

“Tarif harus naik lagi. Kami sebagai mitra gak dapat apa-apa kalau segitu,” ungkapnya. 

Di aturan terbaru, tarif yang dipasang sebesar Rp 9.250 per setiap jarak 0-5 kilometer. Sedangkan, sebelumnya dipasang Rp 7.200 per setiap jarak 0-4 kilometer. 

Padahal, rata-rata driver menerima 10-15 pesanan setiap hari. Artinya, rata-rata pendapatan kotor mereka mencapai Rp 138.750 dengan asumsi jumlah pesanan maksimal dan memakai tarif baru.

Pendapatan itu dipotong 20 persen untuk biaya sewa aplikasi. Sehingga menjadi hanya Rp 111.000. Dipotong lagi untuk keperluan BBM sekitar 2 liter menjadi sekitar Rp 95.000. “Apalagi di daerah, orderan lebih sedikit lagi, jaraknya juga jauh,” imbuh Eko.

Human Frontal V David Walangi pun juga menegaskan hal itu. Kebijakan yang baru dinilai sangat timpang. Memberatkan bagi driver.

Sumber: