Wushu artikel

Persaingan di Nomor Taiji Jian

Persaingan di Nomor Taiji Jian

Salwaa Dhana Azalia, Atlet Taiji Jian Grup A saat berkompetisi di Kejurnas Wushu Piala Presiden 2022 di Graha Unesa Surabaya.- AhmadFadhilP/Harian Disway-

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Penyelenggaraan Kejurnas Wushu Piala Presiden  2022 hari kedua, Senin, 19 September 2022 dimulai dengan nomor  Taiji Jian (Jurus Senjata Pedang) kelas Putra dan Putri.

Pada kelas Putra, 3 peringkat teratas disikat habis oleh Jawa Timur.  Sedangkan kelas putri,  Jatim belum berhasil berada di pemuncak peringkat. Kendati begitu, atlet Jatim tetap berada di jajaran 3 teratas yakni di posisi ke-2 dan 3. 

Pada kelas Putra, Jatim turunkan 3 atlet, terbanyak dibanding daerah-daerah lain. Peringkat pertama ialah Tommy Benino Wiljono dengan nilai 9,10. Peringkat kedua Harry Jefferson Susanto dengan nilai 9,00 dan peringkat ketiga ialah Andy Tanio dengan perolehan nilai 8,96.

 

Saat unjuk kebolehan, Tommy gunakan kostum putih sembur warna biru. Gerakannya halus, mengalir, dan stabil. 

Sebelumnya Tommy pernah berhasil mendapat medali emas pada ajang Sirnas 1 dan 2 season 2 yang dilaksanakan tahun ini.

Sebab itu, ia memiliki kesempatan untuk mewakili Jatim pada final stage kali ini. Siapa sangka ternyata saat tampil tadi, Tommy tidak dalam kondisi yang fit

Cedera ia alami sekitar 2-3 minggu lalu, yang saat ini belum sepenuhnya sembuh. Diakuinya cedera itu menghambat proses persiapan final stage karena ia harus bed rest sementara selama 1 minggu. 

Rasa nyeri pada kaki masih ia rasakan saat ini, kekuatan pada salah satu kaki lebih lemah. "Takut sebenarnya, tapi yakin juga karena sering latihan sungguh-sungguh. Apalagi ada orang tua dan pelatih, juga teman-teman yang kasih semangat". 

Untuk target selanjutnya, pria 14 tahun yang berlatih di sasana Xia Yao itu menjelaskan ingin masuk Kejuaraan Dunia. Ketika ditanya apa motivasinya, ia menjawab sambil tertawa "Mau dapat uang", gelaknya. 

Hasil yang didapat oleh ketiga atlet cilik asal Jatim itu bukanlah hal yang instan. Sebelumnya mereka harus konsisten untuk menjalankan latihan dan menuruti apa yang diperintahkan oleh pelatih. Ketiganya berasal dari sasana yang sama.

Sementara itu, pada kelas Putri Jabar turunkan 2 atlet, dan Jatim turunkan 5 atlet. Awalnya Khansa Jundi Fadhilah unggul dengan perolehan nilai mencapai angka 9, sedangkan peserta yang lain hanya mencapai angka 8. 

Selisih nya cukup jauh, mencapai 0,10 poin. Sudah 8 peserta tampil, Khansa masih menjadi peringkat pertama. Namun posisinya terenggut saat peserta no urut terakhir tampil. Lawan yang mengenakan baju ungu, bersama hijab yang berwarna senada. 


Mehrunnisa Nazeeha Migirusan, peserta no urut 9 yang tampil begitu tenang.-Alfiyanto Indra Jayadi/Harian Disway-

Geraknya halus dan selaras. Ialah Mehrunnisa Nazeeha Migirusan, peserta no urut 9. Ia tampil dengan wajah yang fokus,  serta gerakan tangan dan kaki yang selaras. Kunciannya kuat, tak goyang. 

Mehrunnisa berhasil menempatkan namanya di peringkat pertama dengan perolehan nilai 9,06. Membuat Khansa Jundi harus puas menjadi yang kedua, dengan nilai 9,01 dan peringkat ketiga ditempati oleh Earl Elliora Sahasika Urdha dengan nilai 8,93. 

Walau begitu Mehrunnisa mengakui bahwa sempat merasa deg-deg an sebelum tampil. Apa lagi bertemu dengan atlet dari Jawa Timur. "Tarik nafas, coba anggap seperti latihan biasa. Lawan Jawa Timur lumayan berat" Jelas gadis yang berlatih di Bandung Taiji Sport itu. (Gusti Ayu Y. D.) 



Sumber: