Dahlan Iskan: Ayo Buka-Bukaan Jurnalis dan Advokat

Dahlan Iskan: Ayo Buka-Bukaan Jurnalis dan Advokat

DAHLAN ISKAN memberikan motivasi di depan jurnalis dan advokat saat Buka Puasa Bersama Advokat dan Jurnalis di Graha Mahameru, Senin, 16 Maret 2026.-Noor Arief-

HARIAN DISWAY - Kita perlu sesekali buka-bukaan antara jurnalis dan advokat. Mana yang lebih brengsek. Kalimat itu diucapkan Dahlan Iskan, founder Harian Disway dalam acara Buka Puasa Bersama advokat dan jurnalis, Senin, 16 Maret 2026 di Graha Mahameru, Jalan Raya Jemursari. Acara tersebut digelar oleh Peradi Surabaya

Kalimat itu sebagai pembuka motivasi dari Begawan media saat diminta naik panggung. Menurut Dahlan, sesekali harus diadakan agenda buka-bukaan dengan acuan kepatuhan pada profesi. Ada tiga hal yang menjadi pembeda antara pekerjaan dan profesi. Yaitu bekerja untuk kepentingan umum, hak otomoni untuk melakukan atau tidak melakukan, serta punya kode etik.

“Kita bandingkan mana yang lebih membela kepentingan umum antara jurnalis dan advokat. Mana yang lebih punya hak otomoni, serta mana yang lebih tidak taat pada kode etik,” kata Dahlan.

Dahlan menitikberatkan pada penguasaa hukum. Baik kepada jurnalis maupun kepada advokat. Menurutnya, semua wartawan wajib ngepos di pengadilan. Tujuannya agar sang jurnalis menyelami masalah hukum, perlu tahu masalah hukum secara riil di lapangan.

BACA JUGA:MoU Unesa-Harian Disway, Dahlan Iskan Berharap Unesa Hasilkan Banyak Riset

BACA JUGA:Komunitas Senam Dahlan Iskan Buka Bersama Lontong Cap Go Meh: Bergerak, Bekerja, dan Tetap Sehat

Hal yang sama juga selalu dikatakan Dahlan bila berhadapan dengan mahasiswa jurusan hukum. Menurutnya, yang paling penting dilakukan mahasiswa hukum adalah magang. Sehingga dia tidak hanya pintar materi melainkan berhadapan langsung dengan masalah hukum.

“Sementer lima harus magang. Magang di tempat siapa,” kata Dahlan dengan nada tanya.

Pertanyaan itu dijawab sendiri oleh Dahlan. Maganglah di tempat pengacara yang diidolakan mahasiswa tersebut. Dengan demikian, pengacara yang menjadi tempat magang ada beban untuk mengajarkan atau menularkan pengalaman kepada mahasiswa penggemarnya tersebut.

BACA JUGA:PN Bogor Nyatakan Dahlan Iskan Pemilik Sah Radar Bogor

Kepada mahasiswa hukum yang hendak lulus, Dahlan selalu memberikan dua pilihan.  Langsung bekerja dan mencari uang atau bekerja tidak mencari uang tetapi bekerja di tempat di mana pemiliknya mengajarkan idialisme. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: