Pasuruan artikel

Di Balik Kekalahan Argentina dari Arab Saudi, Harapan Dokter Messi Terkabul

Di Balik Kekalahan Argentina dari Arab Saudi, Harapan Dokter Messi Terkabul

Arab Saudi berhasil menodai kampanye awal Argentina di Piala Dunia. Hasil itu membuat Lionel Messi dan kawan-kawan harus tertunduk malu. Namun justru itu yang diharapkan publik Negeri Tango.--

DOHA, HARIAN DISWAY - Ternyata tak semua orang Argentina bersedih atas kekalahan timnasnya atas Arab Saudi dengan skor 2-1. Dokter pribadi Lionel Messi, Diego Schwarzstein justru berharap Tim Tango kalah tiga kali beruntun di fase grup. 

Schwarzstein adalah dokter yang merawat Messi ketika didiagnosis kekurangan hormon pertumbuhan di masa mudanya. Ia percaya bahwa pemerintah Argentina akan menggunakan kesuksesan tim nasionalnya untuk menutupi kegagalan ekonomi mereka.

Tentu sang dokter merasakan dilema. Tersingkirnya Argentina akan membuat sahabatnya, Messi, gagal mengangkat trofi Jules Rimet. Karir mesi akan sempurna jika pernah jadi juara dunia. Qatar juga diperkirakan akan menjadi panggung tarian terakhir Messi yang sudah berusia 35 tahun tersebut.

”Sebagai penggemar sepak bola, saya ingin Argentina menjadi juara. Sebagai warga negara Argentina, sebagai manusia, saya ingin mereka kehilangan ketiga pertandingan dan tersingkir di babak grup,” ucapnya kepada The Times.


Dokter Lionel Messi Diego Schwarzstein.-Getty-

Di bawah pemerintahan Alberto Fernandez, inflasi telah meroket hingga 83 persen. Bahkan, bank kampung halaman Messi, Rosario, sampai beberapa kali sempat kehabisan uang.

”Saya telah melalui banyak krisis selama hidup saya di negara ini, tetapi sekarang adalah yang terburuk,” tambah Schwarzstein.

Arab Saudi memberikan kejutan pertama selama edisi 2022 ini berlangsung, dengan mengalahkan Argentina pada Selasa, 22 November 2022.

Sebenarnya, La Albiceleste –sebutan timnas Argentina– ingin mengabadikan warisan megabintang mereka Messi dengan torehan tinta emas. Kekalahan itu akan diingatnya, untuk beberapa waktu, untuk salah satu penghinaan terbesar dalam sejarahnya. Messi dirujak dan dibully di medsos. Banyak sekali meme yang menyudutkan mantan bintang Barcelona itu.

Messi sempat membuat timnya unggul dengan tendangan penalti yang dieksekusi dengan tenang di menit ke-10. Itu terjadi setelah gelandang Saudi Mohamed Kanno dihukum karena menjatuhkan Leandro Paredes di dalam kotak, dengan VAR merekomendasikan agar wasit memberikan hukuman penalti.


Arab Saudi Rayakan Kemenangan Mengejutkan Lawan Timnas [email protected]

Apes bagi Lautaro Martinez. Sangat disayangkan karena selama babak pertama ia memiliki dua gol yang dianulir karena offside. Keputusan itu membuatnya gagal mencetak gol pertamanya di Piala Dunia.

Momen tersebut ternyata krusial. Setelah jeda, Arab Saudi tampak seperti mendapat mantra ajaib dari Pelatih Kepala Herve Renard. Saleh Al-Shehri menceploskan bola ke sudut bawah pada menit ke-48. Lima menit berselang, kapten Saudi Salem Al-Dawsari melepaskan sontekan melengkung untuk memaksa Emiliano Martinez memungut bola dari gawangnya.

Bukannya mematok target menang, justru kekalahan Argentina sesuai dengan apa yang diharapkan dokter pribadi Lionel Messi. Sebab, kalau Argentina bisa menang, publik malah berpotensi susah. 

Sumber: