Update Formula 1: Red Bull dan Daniel Ricciardo Resmi Balikan

Update Formula 1: Red Bull dan Daniel Ricciardo Resmi Balikan

Terlihat Bahagia, Daniel Ricciardo (kiri), bersama Kepala Tim Red Bull, Christian Horner foto bersama saat pengumuman Ricciardo sebagai pembalap ketiga Red Bull--https://twitter.com/redbullracing/status/1595438530968313856?s=20

Daniel Ricciardo mungkin salah satu orang yang menghiraukan pepatah: “jangan pernah kembali ke pelukan mantan”. Kini ia kembali bersama tim yang pernah membesarkan namanya, Red Bull untuk menjadi pembalap ketiga di musim 2023.

Ia meninggalkan McLaren dan memberikan jalan untuk kompatriot senegaranya, Oscar Piastri untuk membalap bersama Lando Norris di 2023. Ricciardo -pemenang grand prix delapan kali itu- akan membantu Red Bull sebagai pembalap penguji, simulator, dan aktivitas komersil.

Sebelumnya Ricciardo santer diberitakan kembali ke Red Bull sebagai pembalap cadangan setelah ia didepak McLaren dan kehilangan kesempatan kembali ke Formula satu.

“Senyum itu mengatakan semuanya,” Kata Ricciardo dengan bahagia. 

BACA JUGA:Mengukur Kekuatan Red Bull di Formula 1 Musim 2023

“Aku benar-benar bersemangat kembali bersama Oracle Red Bull Racing sebagai pembalap ketiga di tahun 2023.” 

Pembalap asal Australia itu menerangkan bahwa kenangannya yang indah di Red Bull membuatnya ingin kembali ke tim banteng merah. Ia mendapatkan sambutan hangat dari Christian Horner dan Helmut Marko.

“Sangat menyenangkan membawa pulang Daniel kembali keluarga Red Bull. Ia memiliki bakat yang luar biasa dan memiliki karakter hebat. Pasti seluruh tim akan senang menyambutnya pulang,” kata Horner dilansir dari Formula1. 

"Kami akan menantikan kerjasama Daniel di tahun 2023,” tukasnya.

Meskipun direkrut sebagai pembalap cadangan, Ricciardo sepertinya tidak ambil pusing. Menurutnya, fokus utamanya saat ini adalah untuk memberikannya waktu untuk memulihkan tenaga dan menunggu waktu yang tepat kembali ke ajang tertinggi jet darat. 

Ia pun tidak masalah bekerja sebagai pembalap simulator ataupun pembalap tes. Selain itu, kepribadiannya yang ramah, dan iseng kepada orang-orang di paddock membuatnya cocok ditempatkan di bagian komersil. 

Rekrutan ini menjadi win-win solution bagi Red Bull maupun Ricciardo. Red Bull tentu mendapatkan paket lengkap pembalap yang sudah berpengalaman, tahu karakter, lingkungan, dan mobil Red Bull, bisa diandalkan seandainya pembalap utama tidak bisa tampil. Serta dapat menjadi brand ambassador yang menyenangkan semua orang.

Di sisi Ricciardo, tentu saja kembali ke mantan timnya akan menjadi jalan terbaik untuknya agar bisa kembali ke trek Formula 1 di musim 2024. Apalagi, ia tidak memiliki banyak opsi ketika McLaren secara tiba-tiba mengumumkan Piastri sebagai pembalap McLaren. 

Saat itu, satu kursi kosong hanya tersedia di Haas dan Williams, sebelum perpindahan mendadak Fernando Alonso ke Aston Martin menambah opsinya kembali ke Alpine.

BACA JUGA:Faktor-Faktor yang Membuat Sergio Perez Gagal Finis Kedua di Klasemen Pembalap F1 Musim 2022

Namun ia tidak tertarik untuk berada di tim konstruktor bawah. Keputusan yang tidak segera ia lakukan akhirnya membuat ketiga tim itu mencari pembalap lain dan membuatnya menganggur di musim depan.

Kursi Mercedes dan Red Bull di tahun 2024 juga belum dipastikan. Namun, Mercedes sepertinya akan memperpanjang kontraknya mengingat pembalap tujuh kali juara dunia, Lewis Hamilton, masih punya asa membalap di Formula 1.

Maka jalan satu-satunya untuk mencari kursi kosong di tahun 2024 adalah di Red Bull. Ia masih melirik kursi kedua Red Bull yang saat ini diisi Sergio Perez yang kontraknya habis di musim 2024. Jika ia beruntung, mungkin ia akan benar benar kembali ke ajang formula satu.

Jika kemungkinan itu tidak terjadi, maka mungkin ia akan beralih menuju Alpha Tauri, tim satelit Red Bull. Hadirnya Nick De Vries di Alpha Tauri mungkin akan menjadi ancaman bagi Ricciardo untuk kembali membalap. Namun siapa tahu, pembalap itu akan kembali ke Mercedes, atau menggantikan Tsunoda jika performanya tidak seperti yang diharapkan.

Tahun depan dan 2024 akan menjadi perjalanan yang panjang bagi Ricciardo. Ia harus bersabar menjalani hari-hari bersama mantan meskipun saat ini ia terlihat bahagia kembali bersama Red Bull. 

Mungkin, senyuman Ricciardo itu akan sering terlihat jika ia kembali mengemudi di garis depan Formula satu. Membuat overtake khas late break-nya di tiap tikungan trek, lalu merayakan minum sampanye melalui sepatunya di podium.(Affan Fauzan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: