TEDx Universitas Airlangga 2022: Yang Pasti Adalah Ketidakpastian

TEDx Universitas Airlangga 2022: Yang Pasti Adalah Ketidakpastian

Aji Said M Iqbal Fajri berfoto di photo booth TEDxUnair.-Aisyah Amira Wakang/Harian Disway-

SURABAYA, HARIAN DISWAY - TEDxUniversitasAirlangga 2022 sukses digelar, Sabtu,  26 November 2022. Mereka mengusung tema Epiphany on Ephemeral: Kita sudah tahu, hidup itu dinamis dan hal-hal yang tidak bertahan selamanya adalah fana. 

Ruangan gelap itu bernuansa formal. Namun, suasananya yang dirasakan peserta justru sebaliknya: begitu hangat. 

Enam pembicara yang dihadirkan mampu mencairkan suasana. Para peserta mendapat dorongan motivasi di acara TEDxUniversitasAirlangga 2022. “Ketidakpastian adalah kepastian itu sendiri”. Begitu kutipan favorit mereka.

Setiap orang tentu melewati masa-masa bahagia atau kehilangan. Karena itu merupakan bagian dari pasang surutnya hidup. Kisah itulah yang ingin diberikan kepada peserta TEDxUniversitasAirlangga 2022. 

Executive Produser Benedikta Tiara mengatakan, acara tersebut tidak digelar dengan harapan muluk-muluk pada peserta. Setidaknya mereka sadar tentang pentingnya hidup di tengah ketidakpastian itu. Dan bagaimana mereka memahami fleksibilitas dalam hidup.

Fleksibilitas adalah kemampuan seseorang dalam menyesuaikan diri dengan cepat dan tenang. Dengan begitu, masalah tak terduga pun dapat teratasi. Tema ini tidak terlepas dari fenomena pandemi Covid-19 yang kita hadapi sejak awal 2020 di Indonesia.

“Dari aku pribadi mencoba berpikir ulang, berkontemplasi bahwa hal tersebut sudah pernah kita lakukan di kehidupan sebelumnya. Dan itu kedepannya akan terjadi. Sama seperti sebelumnya, yang sudah dibilang speaker tadi, bahwa ketidakpastian itu sesuatu yang pasti karena kita akan selalu menghadapinya,” ujar Benedikta yang akrab dipanggil Anne.

Dengan acara ini, peserta diharapkan dapat mengambil nilai dari tema di atas. Hal ini juga yang dirasakan oleh Aji Said M Iqbal Fajri selaku peserta. 

Dirinya yang tengah menjadi peneliti di Indonesian Institute of Advanced International Studies (INADIS) itu mengaku tengah mengalami masa quarter life crisis. Tetapi ia berhasil mendapat dorongan untuk terus melangkah. 

Salah satu kutipan yang ia suka adalah ungkapan dari Chairman of Artax Sunarto. 

“Nggak ada yang pasti dalam kehidupan. Yang pasti itu cuman ketidakpastian. Itu sama banget kayak fase quarter life of crisis. Nggak ada yang tahu kita mau ngapain, semuanya gelap gitu. Tapi ya kita harus bisa adaptasi dengan perubahan itu,” kata mahasiswa yang baru lulus S2 di Perancis tersebut.

Selain Chairman of Artax Sunarto, hadir juga Founder @Edutrans.id Hendi Pratama, Obstetricians and Gynecological Oncologists Dr. dr, Brahmana Askandar T, serta Adult Clinical Psychologist Annisa Axelta selaku pembicara. 

Selain itu, ada lokal speaker yang merupakan alumni mahasiswa Universitas Airlangga fakultas kedokteran. Yakni, Annisa Salsabilla dan Roy Novri.

Topiknya terbagi dalam tiga sesi. Yaitu: Health as The Basic of Human, Education as The Pillar of Life, dan Trust The Possibility in Work-Life.

Anne berharap dengan topik yang disajikan, para peserta dapat menyalurkan manfaat yang mereka dapatkan dalam acara tersebut. Misalnya, menyebarkan informasi ke orang-orang terdekat atau lewat media sosial yang dimiliki.

“Harapannya, di seratus seat ini nggak hanya temen-temen fokus untuk pribadi aja. Karena sharing is caring.” Ungkap Anne.

Selain mengikuti talkshow, peserta juga bisa melihat art exhibition di pintu masuk Nanizar Hall, Fakultas Farmasi, Kampus C Universitas Airlangga.  (Aisyah Amira Wakang)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: