Kecerdasan Ibnu Sina Menyembuhkan Pangeran Pengidap Skizofrenia

Kecerdasan Ibnu Sina Menyembuhkan Pangeran Pengidap Skizofrenia

Ilustrasi Ibnu Sina.--

Suatu ketika, ada pangeran muda yang bernama pangeran Buyhid mengidap penyakit yang aneh. Tiba-tiba ia merasa dirinya adalah seekor sapi. 

Selama mengidap penyakit ini, pangeran sama sekali enggan untuk makan. Ia hanya meminta kepada siapa saja yang ada di dekatnya untuk sesegera mungkin menggorok lehernya.

Pangeran muda yang merasa dirinya sapi pedaging ini ingin cepat-cepat mengakhiri hidupnya, "Sembelih Aku! Kalian bisa membuat sup yang nikmat dari dagingku" Seru sang Pangeran berulang kali. 

Sudah banyak dokter yang dipanggil untuk mengobatinya, hasilnya tetap nihil.

Hingga suatu ketika, salah satu pejabat istana bernama Allau Dullah mengusulkan kepada sang raja Fakhr Al-Dawla untuk mempercayakan pengobatan anaknya kepada Ibnu Sina. 

Raja setuju dan setelah disampaikan kabar ini, Ibnu Sina bersedia untuk datang ke istana. Pangeran sangat girang dengan kabar kedatangan Ibnu Sina dan sangat menunggunya.

 Sebab sebelumnya, Ibnu Sina titip pesan ke utusan raja untuk menyampaikan kepada Pangeran bahwa kedatangannya adalah untuk tujuan menyembelihnya.

Sesampainya di Istana. Ibnu Sina memberikan tali kepada dua orang untuk membantu mengikat kedua lengan dan kaki sang pangeran. 

Ibnu Sina lalu datang menghampiri pangeran muda dengan penampilan mirip tukang jagal sambil menenteng golok. 

Ibnu Sina kemudian berbisik di telinga Pangeran, "Oh sapi ini kurus sekali. Tidak layak sama sekali untuk disembelih. Beri dia makan dulu sampai dia gemuk.” ujarnya.

Asy-Syaikh ar-Rais julukan, Ibnu Sina, kemudian beranjak dari tempat tersebut dan meminta pegawai istana untuk melepaskan tali yang menjerat kaki dan tangan pangeran. Mereka kemudian memberinya makan. 

Anak muda yang telah lama tidak mau makan ini langsung menyantap makanan yang ada di hadapannya dengan lahap dan girang dengan motivasi agar cepat gemuk lalu disembelih.

Kisah yang terjadi selanjutnya ada dua versi.  Namun, keduanya sama-sama menguatkan bahwa penyebab sebuah penyakit tidak selalu disebabkan oleh kondisi fisik, tapi bisa juga karena kondisi kejiwaan (mental) manusia. Berkat penemuannya itu, Ibnu Sina kemudian dikukuhkan sebagai pelopor Ilmu Kedokteran Eksperimental dan Ilmu Psikologi Sosial.

Riwayat Pertama, menyatakan bahwa Ibnu Sina kemudian memberikan beberapa resep obat kepada tabib istana. Mereka berusaha keras untuk merawat sang pangeran sesuai dengan resep dan petunjuk yang diberikan oleh Ibnu Sina. 

Selama satu bulan pangeran muda ini akhirnya benar-benar pulih dan sehat kembali seperti sediakala. Dalam istilah modern, Ibnu Sina mendiagnosa pangeran ini telah mengidap semacam skizofrenia.

Riwayat Kedua, saat datang ke istana Ibnu Sina hanya memeriksa denyut nadi sang pangeran dan meminta pengawalnya untuk menyebutkan nama-nama kota di Provinsi kerajaannya itu. 

Saat orang itu menyebutkan nama wilayah tertentu, denyut nadi pangeran berdetak lebih kencang. Setelah itu barulah pokok masalah yang dihadapi pemuda ini terkuak. Usut punya usut, sumber cinta pada gadis yang tinggal menyuruh pangeran muda ini untuk menikah dengan gadis pujaannya. (*)


Teguh Iswahyudi

Mahasiswa Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: