Mengenal Roslinormansyah, Praktisi Universitas Airlangga yang Putra Daerah Kota Pasuruan

Mengenal Roslinormansyah, Praktisi Universitas Airlangga yang Putra Daerah Kota Pasuruan

KEGIATAN Roslinormansyah saat menjadi dosen di Universitas Airlangga Surabaya. -istimewa-

PASURUAN, HARIAN DISWAY - Kota PASURUAN memiliki cukup banyak putra daerah dengan karier gemilang. Memang, kebanyakan putra-putra daerah yang sukses tersebut memilih tinggal di luar kota. Namun, tidak halnya dengan Roslinormansyah. Praktisi Universitas Airlangga Surabaya, pakar K3, sekaligus pengusaha sukses itu tetap memilih tinggal di Kota PASURUAN.

Ia lahir di Kota Pasuruan, 4 April 1972. Rosli, panggilan akrabnya, menjadi satu di antara sekian saksi sejarah perkembangan dan pembangunan Kota Pasuruan.

Sekitar tahun 2003 ia menjadi salah satu konseptor pembangunan rumah potong hewan (RPH) Blandongan, Kota Pasuruan.

Sebagai seorang berlatar belakang pengusaha, Rosli tentu sudah menguasai teori dan praktik dunia usaha. Berbeda dengan kalangan birokrat yang biasnya hanya cakap di teori. Rosli mendesain RPH Blandongan kala itu dengan komposisi atau planning yang runtut.

RPH Blandongan kala itu akan didesain dengan planning bisnis yang terstruktur. RPH Blandongan ditargetkan sanggup menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD) mencapai Rp 15 miliar.

Desain bisnis RPH, dikatakan Rosli, sudah dikatakan termodern se-Indonesia. ”Konsep RPH Blandongan saat itu dikemas sebagai RPH termodern, yakni semua bagian sapi tidak ada yang terbuang percuma. Bahkan, darah sapinya akan diolah menjadi pakan ikan. Sudah banyak perusahaan yang tertarik menggaet RPH Blandongan kala itu,” ungkap Rosli mengawali kisahnya.

RPH Blandongan, disebut Rosli, diperjuangan mati-matian. Ia dengan beberapa tim dari Pemkot Pasuruan, termasuk Mantan Wali Kota Pasuruan Setiyono, yang saat itu masih menjabat kepala Bappeda Kota Pasuruan. Rosli meyakinkan pemerintah pusat untuk mengucurkan dana hibah pembangunan RPH yang saat itu hanya ada dua unit yang akan dibangun di Indonesia.

”Kami juga sudah meneken kerja sama dengan pengusaha sapi terbesar di Indonesia. Meyakinkan pengusaha tersebut untuk mengirimkan sapinya ke Kota Pasuruan,” lanjut Rosli. 

Laki-laki pengagum Sayidina Ali kw itu berprinsip segala sesuatunya bisa diubah asalkan ada usaha. Prinsip itulah yang menjadi fondasi berpikirnya untuk menyumbangkan ide-idenya bagi Kota Pasuruan.

Peran Rosli lainnya, pada 2006 ia juga menjadi inisiator berdirinya Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kota Pasuruan.

Mengapa Rosli gigih menyuarakan pemikirannya dan gagasan idenya bagi Kota Pasuruan?

”Kota Pasuruan butuh orang-orang yang mau mengubah kota ini menjadi lebih baik. Tapi, sebelum mengubah kondisi kota, pastikan diri sendiri sudah tercukupi semuanya supaya tidak berorientasi mencari keuntungan atau kehidupan,” tegasnya.

Bagi lulusan magister keselamatan, kesehatan kerja, Universitas Indonesia itu, Kota Pasuruan masih minim di ide dan gagasan kepala daerahnya untuk mengoptimalkan industri hasil laut.

Hal itu diperparah dengan tidak adanya data dari perangkat daerah terkait terhadap banyak komoditas hasil laut Kota Pasuruan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: