Miliar ke Triliun, Aset Rafael Diblokir

Miliar ke Triliun, Aset Rafael Diblokir

-Ilustrasi: Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Terus didesak KPK. Aset Rafael Alun, ayah Mario, 20, tersangka penganiaya David, 17, ternyata bukan Rp 56,1 miliar, diungkap setengah triliun rupiah. Dalam 42 rekening, sudah diblokir PPATK. Dari miliar ke triliun. Serius sekali.

ITU dikatakan Kepala PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) Ivan Yustiavandana kepada pers Selasa (7/3).

Ivan: ”Nilai transaksi yang kami bekukan, debit/kredit lebih dari Rp 500 miliar, terdiri atas 42 rekening. Kemungkinan nilai akan bertambah karena masih kami selidiki.”

Jumlah rekening sampai puluhan, bukan cuma atas nama Rafael. Namun, juga atas nama anggota keluarga: Ernie Meike Torondek (istri Rafael) dan anak-anak Rafael, termasuk Mario Dandy Satrio.

Juga, rekening orang lain, yang diduga sebagai konsultan pajak, yang diduga sudah kabur ke luar negeri. Puluhan rekening, sebab yang diselidiki ini dugaan pencucian uang dengan teknik nomine.

Ivan: ”Iya, RAT (Rafael Alun Trisambodo), keluarga, dan semua pihak terkait. Ada 42 rekening sudah kami blokir.”

Kalau nilai rekening lebih dari setengah triliun rupiah, perputaran uang yang mereka mainkan jauh lebih tinggi lagi. Tapi, Ivan belum menyebut nilai perputaran uang.

Padahal, laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) Rafael yang dilaporkan pada 2021 senilai Rp 56,1 miliar. 

Jauh sebelumnya, 2012 pihak PPATK sudah tahu ada kejanggalan di rekening Rafael. Lalu, dilaporkan ke KPK (waktu itu Ketua KPK Abraham Samad). Tapi, pihak KPK tidak menanggapi. Alias didiamkan. Mengendap membeku hampir 11 tahun. Baru meledak setelah video kebrutalan Mario menganiaya David beredar luas.

Sungguh dahsyat. Kasus itu melebar sangat lebar. Gegara video Mario menganiaya David secara brutal, Senin, 20 Februari 2023, warganet bukannya ngamuk, tapi malah mendesak agar harta ortu Mario diselidiki. Ternyata seperti ini dan berpotensi terus bergulir.

Rafael kini dikeroyok (penyelidikannya) oleh tim PPATK dan KPK. Fokus menyelidiki Rafael. Nyaris tidak mungkin dua lembaga negara itu kalah melawan Rafael Alun. Penyelidikan KPK-PPATK terhadap Rafael sangat intensif. Seumpama dugaan bahwa Rafael korupsi tak terbukti, para pejabat dua lembaga negara itu pasti malu.

Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan kepada pers, Selasa, (7/3) mengatakan, ”Baru kemarin sore diputuskan pimpinan, perkara ini masuk lidik (penyelidikan). Udah nggak di pencegahan lagi.”

Begitu hebohnya kasus Mario aniaya David ini, sampai melebar ke berbagai topik: Dugaan korupsi Rafael dan pencucian uang. Juga, memancing banyak tokoh masyarakat ikut komentar. Ikut-ikutan bicara. Jadi arena panjat sosial.

Salah seorang yang komentar adalah Said Didu. Ini bukan panjat sosial. Sebab, Said Didu memang tokoh masyarakat. Orang sudah top. Ia mantan staf khusus menteri ESDM sekaligus mantan komisaris BUMN, PT Bukit Asam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: