Labuan Bajo Bersolek Menuju KTT ASEAN Ke-42

Labuan Bajo Bersolek Menuju KTT ASEAN Ke-42

Kawasan Waterfront Marina Labuan Bajo yang digunakan untuk Sholat Idul Fitri pada 22 April lalu. Kawasan ini akan menjadi venue utama KTT ASEAN ke 42-Foto : Kementerian PUPR -

Pekerjaan utama adalah Kawasan Waterfront Marina Labuan Bajo yang sudah diresmikan Presiden Jokowi pada Juli 2022 dan Puncak Waringin yang diresmikan pada Oktober 2021. Kedua kawasan tersebut juga rencananya akan digunakan sebagai venue untuk rangkaian acara ASEAN Summit di Labuan Bajo. 

Saat ini, progres pelaksanaan peningkatan fasilitas penunjang di Kawasan Labuan Bajo sebesar 72,26 persen. Sedangkan progres pelaksanaan peningkatan fasilitas penunjang Kawasan Tana Mori saat ini mencapai sebesar 93,88 persen. 

"Pada momen libur Idul Fitri 2023 ini masyarakat memanfaatkan kawasan waterfront Labuan Bajo untuk berwisata dan juga digunakan untuk sholat Ied pada hari raya," terang Diana.

Sementara lingkup pekerjaan lainnya meliputi pembangunan Mako Polres Manggarai Barat, penataan Promenade Marina Labuan Bajo Zona 4, peningkatan kualitas lanskap koridor jalan Labuan Bajo, serta penataan lahan parkir VVIP kantor Bupati Manggarai Barat. 

BACA JUGA:Perputaran Ekonomi Melejit, Peluang Lolos Resesi karena Idulfitri

BACA JUGA:Enam Ahli Waris Takhta Inggris setelah Raja Charles III, Pangeran William Urutan Pertama

Kemudian ada penataan jalan dan trotoar Binongko – Sylvia (Jl. Waecicu), dan penataan median Jalan Yohanes Sehadun (depan Bandara Komodo). 

Sedangkan pekerjaan yang dilakukan di Kawasan Tana Mori meliputi pembangunan Roundabout Beach Club, Shelter Dermaga, pemasangan geomat pada koridor jalan Kawasan Tana Mori, penataan bundaran pintu masuk Kawasan ITDC, dan perkuatan lereng dan stabilisasi tanaman pada ruas jalan Labuan Bajo – Tana Mori yang telah diresmikan Presiden Jokowi pada 14 Maret 2023 lalu. 

Kementerian PUPR juga membangun Embung Anak Munting di antara Labuan Bajo menuju Tanamori di Desa Warloka, Kecamatan Komodo. 

Embung Anak Munting memiliki kapasitas tampung 159.481,10 meter kubik air dan luas genangan 4,5 hektare dengan fungsi utama untuk konservasi dan mendukung pariwisata di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo.(*)

 

 

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: