Jemaah Sempat Telantar, Puan Agendakan Panggil Menag

Jemaah Sempat Telantar, Puan Agendakan Panggil Menag

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bersama istri juga menunaikan ibadah haji sebagai amirul hajj.-Dokumentasi Pribadi-

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Ribuan jemaah haji yang sempat telantar di Muzdalifah menjadi sorotan. Sepulang dari Tanah Suci nanti, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas akan dipanggil oleh DPR RI. Yakni untuk mengevaluasi pelaksanaan ibadah haji 2023 secara menyeluruh.

Ketua DPR Puan Maharani mengatakan, pemerintah harus punya strategi antisipasi menghadapi situasi darurat saat pelaksanaan haji. Tentu agar para jemaah tidak kesulitan. "Kejadian di Muzdalifah memang di luar kendali. Kami berharap ke depan perbaiki manajemen antar jemput jemaah, termasuk untuk makanan," ujarnyi dalam keterangan resmi, Jumat, 30 Juni 2023.

Puan berharap pemerintah sigap mencari jalan keluar. Terutama menyangkut situasi darurat seperti kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi saat musim haji. Serta kondisi perbekalan para jemaah yang menipis usai wukuf di Arafah.

Arus lalu lintas dari Makkah ke Mina memang dalam kondisi padat. Ini membuat bus jemaah haji tersendat dan terlambat sampai ke lokasi penjemputan jemaah. "Ini yang harus jadi pembelajaran. Setelah musim haji selesai, kami akan mengundang Kementerian Agama untuk evaluasi total atas manajemen haji yang terkesan banyak kekurangan di sana sini," tandasnya.

BACA JUGA:Kabar Dari Tanah Suci (18): Makan Albaik Jadi Lebih Baik

BACA JUGA:Cerita Jemaah Haji yang Sempat Telantar di Muzdalifah

Ace pun memiliki beberapa catatan. Pertama, pihak Mashariq tidak memenuhi komitmen pada beberapa komponen masyair selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Terutama soal kapasitas tenda dan kamar mandi yang tidak sesuai dengan jumlah jemaah haji Indonesia.

Akibatnya, banyak jemaah yang telantar memenuhi jalan. Selain itu, manajemen penempatan jemaah saat kedatangan juga sangat buruk. Juga banyak jemaah yang belum mendapatkan konsumsi di saat mereka membutuhkan.

Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief menyesalkan kelambanan perusahaan Mashariq dalam menyiapkan layanan jemaah haji Indonesia di Muzdalifah dan Mina. Proses pemberangkatan dari Muzdalifah ke Mina sempat mengalami keterlambatan. "Kami sudah protes keras ke Mashariq terkait persoalan yang terjadi di Muzdalifah. Kita juga meminta agar tidak ada persoalan dalam penyediaan layanan di Mina," ujar Hilman. (Mohamad Nur Khotib)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: